Home / Daerah / Ekbis

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:57 WIB

Mutiara Kasab dan Padusi Tapa: Pesona Kriya dan Aroma Aceh Memikat di Persit Bisa 2026

mm Redaksi

Produk UMKM Padusi Tapa khas Aceh Selatan dipamerkan pada ajang Persit Bisa 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Produk UMKM Padusi Tapa khas Aceh Selatan dipamerkan pada ajang Persit Bisa 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Jakarta – Ajang Persit Bisa 2026 yang digelar pada 7–9 Mei 2026 di Expo Balai Kartini, Jakarta, menjadi momentum membanggakan bagi UMKM binaan Persit Kartika Chandra Kirana. Dua UMKM unggulan asal Aceh, yakni Padusi Tapa dan Mutiara Kasab, sukses mencuri perhatian pengunjung melalui produk berbasis kearifan lokal yang dikemas secara modern dan berkualitas.

Padusi Tapa: Harum Sereh Wangi Aceh Selatan Menembus Pasar Nasional

Mewakili Persit KCK PD Iskandar Muda, UMKM Padusi Tapa yang digagas oleh Ny. Sinar Hayani hadir membawa misi memperkenalkan potensi sereh wangi khas Aceh Selatan ke tingkat nasional. Konsistensi kualitas menjadi kekuatan utama produk mereka. Untuk menghasilkan satu botol minyak sereh murni, misalnya, dibutuhkan proses perebusan 7–8 kilogram sereh selama kurang lebih 12 jam.

Baca Juga :  KPA Lhok Tapaktuan Dukung Darmansah dan Sudirman NJ

Pada ajang Persit Bisa 2026, produk Padusi Tapa laku keras dengan total penjualan mencapai 719 pcs selama pameran berlangsung. Tingginya antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa produk berbahan sereh wangi khas Aceh Selatan memiliki daya tarik kuat di pasar nasional.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk tradisional yang diolah dengan standar kualitas tinggi mampu bersaing dan diminati di pasar nasional.

Mutiara Kasab: Menjaga Warisan Budaya Lewat Sentuhan Kreatif

Tak kalah memikat, UMKM Mutiara Kasab binaan Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda menampilkan keindahan sulaman kasab khas Aceh Barat yang sarat nilai budaya. Usaha yang dirintis oleh Ny. Ema Mutiara Deka ini tetap mempertahankan teknik pengerjaan handmade dengan motif-motif filosofis khas Aceh, seperti Pinto Aceh dan Pucok Rebung.

Baca Juga :  PT Banda Aceh Menghukum Mati 22 orang Terdakwa Narkotika Selama 2022

Setiap produk dibuat dengan ketelitian tinggi dan membutuhkan proses pengerjaan yang tidak singkat. Bahkan, satu motif tertentu dapat diselesaikan dalam waktu hingga satu bulan.

Dalam gelaran Persit Bisa 2026, Mutiara Kasab berhasil memasarkan sebanyak 107 pcs produk kerajinan dari berbagai varian unggulan khas Aceh. Keunikan motif serta kualitas pengerjaan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Baca Juga :  Perkuat Seni dan Budaya, Seniman Aceh-dan Jabar Berkolaborasi di Bandung
Sinergi Perempuan dan Ekonomi Kreatif

Partisipasi Padusi Tapa dan Mutiara Kasab sejalan dengan komitmen Persit Kartika Chandra Kirana dalam memperkuat ekonomi kreatif melalui pemberdayaan perempuan dan transformasi usaha berbasis digital.

Ketua Umum Persit KCK, Ibu Uli Simanjuntak, menegaskan pentingnya mendorong anggota Persit untuk mengembangkan usaha rumahan menjadi bisnis profesional yang memiliki dampak ekonomi lebih luas.

Melalui Persit Bisa 2026, Padusi Tapa dan Mutiara Kasab tidak hanya memasarkan produk unggulan daerah, tetapi juga membawa pesan bahwa kearifan lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang membanggakan Indonesia.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Misteri Tim Kementerian LHK di Simeulue, Johan Jalla Memilih Bungkam

Aceh Timur

Tim Ganda Putra Cabor Bulutangkis Aceh Timur Tembus Final Di Ajang POPDA XVII Aceh Timur

Daerah

Ancaman Banjir Bandang Mengintai Simeulue di Tengah Dugaan Pembabatan Hutan

Daerah

Pascabencana Hidrometeorologi di SMA Negeri 2 Meuredu Pidie Jaya

Aceh Barat Daya

UMKM di Event Toet Lumang Dapat Berkah

Daerah

Pemkab Pidie Jaya Hibahkan Rp 5 Miliar untuk Panwaslih

Aceh Barat

Dana Sertifikasi Guru di Aceh Barat Segera Cair

Daerah

Forum Keluarga Habib Bugak Sesalkan Oknum Coba Palsukan Validitas Pewakaf Tanah Baitul Asyi