Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat guna mempercepat penurunan angka stunting di daerah tersebut.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah gampong, kader posyandu, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan bersama karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga pola asuh, sanitasi, pendidikan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
“Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan stunting harus melibatkan seluruh elemen masyarakat agar hasil yang dicapai lebih maksimal dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dikutip pada Minggu (17/5/2026), berbagai program terus diperkuat, mulai dari pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, edukasi gizi keluarga, pemeriksaan kesehatan rutin, hingga pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting.
Selain itu, posyandu dan puskesmas juga didorong menjadi pusat layanan kesehatan dan edukasi masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting sejak dini.
Pemerintah kota turut mengintensifkan kampanye pola hidup bersih dan sehat, pentingnya ASI eksklusif, serta pemenuhan gizi seimbang bagi anak pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.
Di sisi lain, aparatur gampong bersama kader kesehatan aktif melakukan pendataan dan pemantauan kondisi balita untuk memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran.
Pemko Banda Aceh juga menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, sektor swasta, dan organisasi sosial untuk terus memperluas dukungan terhadap program percepatan penurunan stunting.
“Melalui sinergi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis angka stunting dapat terus ditekan sehingga lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang,” katanya. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











