Home / Advetorial / Banda Aceh / Kesehatan

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:48 WIB

Dinkes Banda Aceh Perkuat Penanganan HIV/AIDS, TBC, dan Malaria Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

mm Redaksi

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menggelar rapat koordinasi terkait percepatan penanganan stunting, tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, malaria. Foto: Diskominfo Banda Aceh

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menggelar rapat koordinasi terkait percepatan penanganan stunting, tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, malaria. Foto: Diskominfo Banda Aceh

Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh terus memperkuat upaya penanganan HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengendalian penyakit menular sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi. Foto: Dok. Istimewa

“Kolaborasi menjadi kunci dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Karena itu, kami terus memperkuat kerja sama dengan rumah sakit, puskesmas, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan organisasi masyarakat,” kata Wahyudi, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga :  Car Free Night Taman Inen Mayak Teri, Destinasi Wisata Malam di Kota Takengon

Menurutnya, untuk penanganan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan saat ini terus mengembangkan berbagai inovasi program, seperti perluasan layanan skrining HIV, penguatan edukasi kepada generasi muda dan kelompok rentan, serta peningkatan layanan berbasis komunitas guna mendukung deteksi dini dan keberlanjutan pengobatan pasien.

Selain itu, kerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas juga diperkuat untuk memastikan layanan tes dan pengobatan HIV/AIDS dapat diakses masyarakat secara optimal.

Baca Juga :  IMPACT Perkuat layanan kebidanan Tekan Angka Kematian Ibu di Indonesia

Tak hanya fokus pada HIV/AIDS, Dinkes Banda Aceh juga terus menggenjot upaya pengendalian TBC dan mempertahankan status Banda Aceh sebagai daerah bebas malaria.

Wahyudi mengatakan berbagai program edukasi, sosialisasi, skrining, dan pendampingan masyarakat terus dilakukan sebagai bagian dari strategi menekan angka penularan penyakit menular di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap berbagai target kesehatan masyarakat dapat tercapai secara lebih efektif.

“Waktu ini yang kita dorong adalah sinergi seluruh pihak. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat, target pengendalian TBC, HIV/AIDS, malaria, serta peningkatan cakupan kesehatan masyarakat dapat dicapai secara berkelanjutan,” ujar Wahyudi.

Baca Juga :  Mau Ekspedisi ke Gunung Pidie Jaya, Blang Raweu dan Air Terjun Ulim Pilihan Tepat

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program kesehatan, terutama dalam meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini serta menghilangkan stigma terhadap penderita penyakit menular.

Dinas Kesehatan berharap penguatan kolaborasi yang terus dilakukan dapat mempercepat deteksi kasus, memperluas jangkauan layanan kesehatan, serta menekan angka penularan HIV/AIDS dan TBC, sekaligus mempertahankan Banda Aceh sebagai wilayah bebas malaria. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Dinas Sosial Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik bagi Korban Kebakaran di Ulee Kareng

Kesehatan

SMKN1 Muara Batu Gelar Acara Vaksinasi Perdana

Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Canangkan Gampong Kopelma Darussalam sebagai Gampong Peduli ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria)

Advetorial

Vaksinasi Pemerintah Aceh di Museum Aceh Capai 810 Persen Untuk Dosis Pertama

Banda Aceh

Forkopimcam Lueng Bata Gelar Safari Ramadan 1447 H, Kunjungi 9 Meunasah

Advetorial

Keren! Tiga Agenda Wisata Aceh Masuk Kharisma Event Nusantara 2022

Banda Aceh

Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh Dituntut Hasilkan Solusi Nyata bagi Kota

Kesehatan

Cuci Darah Dua Kali Seminggu, Sumardi Tetap Tenang Berkat JKN