Home / Advetorial / Banda Aceh

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:13 WIB

Budaya Patriarki Masih Jadi Tantangan Pemberdayaan Perempuan di Gampong

mm Redaksi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti. Foto: Dok. Pemko Banda Aceh

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti. Foto: Dok. Pemko Banda Aceh

Banda Aceh – Di balik meningkatnya peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi gampong, masih terdapat sejumlah tantangan yang menjadi hambatan dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di Banda Aceh. Salah satu yang paling dominan adalah kuatnya budaya patriarki yang masih berkembang di sebagian masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan perempuan saat ini telah banyak terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi dan pembangunan gampong. Namun, upaya meningkatkan kapasitas dan partisipasi perempuan masih menghadapi berbagai kendala.

“Budaya sosial yang masih patriarki menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di tingkat gampong,” kata Ritasari, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga :  Aceh Raih Predikat Sangat Memuaskan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik: Bukti Komitmen Meningkatkan Pelayanan Publik
Ilustrasi. Bentuk kegiatan pemberdayaan perempuan di desa-desa. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, pola pikir yang masih menempatkan perempuan pada peran-peran domestik membuat ruang partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan maupun pembangunan gampong belum sepenuhnya optimal.

Selain faktor budaya, keterlibatan perempuan dalam berbagai forum pembangunan juga dinilai masih belum maksimal. Ritasari menyebut partisipasi perempuan di sejumlah kegiatan masih bersifat formalitas dan belum sepenuhnya memberikan pengaruh terhadap proses perencanaan maupun pengambilan kebijakan di tingkat gampong.

“Partisipasi perempuan masih perlu diperkuat agar tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga benar-benar terlibat dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidang Pengadilan Keliling Banda Aceh Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

Tantangan lain yang dihadapi perempuan adalah keterbatasan akses terhadap permodalan. Kondisi tersebut menjadi kendala bagi perempuan yang ingin mengembangkan usaha mikro maupun aktivitas ekonomi produktif lainnya.

Di sisi lain, keberlanjutan program pendampingan juga masih menjadi pekerjaan rumah. Menurut Ritasari, berbagai pelatihan yang telah diberikan perlu diikuti dengan pendampingan yang berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan.

“Masih ada keterbatasan akses permodalan dan keberlanjutan pendampingan yang perlu diperkuat agar perempuan bisa berkembang lebih jauh,” katanya.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran dan prioritas program menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan di seluruh gampong.

Baca Juga :  Serunya Perjalanan Menuju Burni Kelieten, Rekomendasi Wisata Mendaki di Aceh Tengah

Meski demikian, DPMG Banda Aceh berkomitmen terus memperkuat berbagai program peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan di tingkat gampong.

Ritasari menegaskan, pemberdayaan perempuan bukan hanya berkaitan dengan kesetaraan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam memperkuat ekonomi keluarga dan pembangunan masyarakat secara keseluruhan.

“Ketika perempuan memiliki kapasitas yang baik dan diberi ruang untuk berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan gampong tempat mereka tinggal,” pungkasnya. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

SAPA Desak Pemerintah Aceh dan PLN Benahi Krisis Pemadaman Listrik yang Terus Berulang

Banda Aceh

Begini SOP Saat Terjadi Kebakaran, Damkar Banda Aceh Imbau Warga Tetap Tenang dan Prioritaskan Evakuasi

Advetorial

Disbudpar Aceh Gelar Dialog Bersama Kemenparekraf, Kemdikbud Ristek dan Komisi X DPR RI

Banda Aceh

Ketua DPRK Banda Aceh Jadi Narasumber Pertemuan Arsitek Dunia, Dorong Kolaborasi Pembangunan Kota

Banda Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Lantik 1.184 PPPK Tahap II Formasi 2024: “Bekerjalah dengan Ikhlas untuk Rakyat”

Banda Aceh

Modus Janji Kerja, Gadis 16 Tahun Asal Aceh Dijual Jadi PSK di Malaysia

Advetorial

Generasi Z di Banda Aceh Incar Lowongan Kerja Digital dan Kreatif

Advetorial

Bangun Generasi Berakhlak di Era Modern, DSI Aceh Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan