Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh menilai peran perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya menekan angka kemiskinan di tingkat gampong. Selain berkontribusi sebagai penggerak ekonomi keluarga, perempuan juga memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pola asuh dan pendidikan keluarga.
Kepala DPMG Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan keterlibatan perempuan dalam pembangunan gampong tidak hanya sebatas pada proses perencanaan dan pelaksanaan program, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, terutama melalui berbagai kegiatan usaha produktif yang berkembang di tingkat gampong. Di sisi lain, perempuan juga berperan dalam membentuk kualitas generasi melalui pola asuh yang baik di lingkungan keluarga.
“Perempuan sangat berperan besar dalam upaya penurunan angka kemiskinan. Perannya terlihat sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus sebagai pendidik melalui pola asuh anak dalam keluarga,” kata Ritasari, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini pemerintah gampong di Banda Aceh telah memberikan ruang yang cukup bagi perempuan untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan PKK, Posyandu, PAUD, Bina Keluarga Balita (BKB), pelatihan keterampilan, hingga program peningkatan ekonomi keluarga.

Sebagai bentuk komitmen memperkuat peran perempuan, seluruh gampong di Kota Banda Aceh juga telah mengalokasikan anggaran khusus untuk program pemberdayaan perempuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG).
Menurut Ritasari, dukungan anggaran tersebut menjadi langkah penting agar program-program yang menyasar perempuan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, DPMG Banda Aceh akan terus memperkuat kapasitas perempuan melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat gampong. Salah satunya melalui pelaksanaan pelatihan kader dan peningkatan kapasitas aparatur gampong yang diharapkan mampu mendukung lahirnya program-program pemberdayaan yang lebih efektif.
“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus kami agar perempuan semakin berdaya dan mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan gampong,” ujarnya.
Ritasari menambahkan, pembangunan gampong yang melibatkan perempuan secara aktif diyakini akan menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, DPMG terus mendorong agar perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di tingkat gampong.
Melalui penguatan peran perempuan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan gampong yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK















