Home / Aceh Barat Daya / News

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:04 WIB

Gangguan Sistem Bikin Distribusi Pupuk Semrawut, Petani Terpaksa Berebut Stok

mm Teuku Nizar

Ilustrasi

Ilustrasi

Aceh Barat Daya – Petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan proses distribusi pupuk subsidi yang semakin bergantung pada koneksi sistem digital.

Gangguan jaringan yang kerap terjadi memicu antrean panjang dan kerumunan di tingkat distributor, bahkan membuat sebagian petani tidak memperoleh pupuk meski telah terdaftar sebagai penerima.

Petani menyebut, persoalan utama muncul ketika stok pupuk sudah tersedia, namun sistem pendataan dan verifikasi penerima tidak dapat akses. Kondisi itu membuat proses pembelian terhenti hingga jaringan kembali normal.

Baca Juga :  Salman Sebut Kemenangan Mualem Akan Membawa Kemajuan Bagi Aceh

“Saat kami tahu pupuk sudah datang, kami langsung ke distributor untuk membeli. Tetapi pupuk tidak bisa keluar karena sistem tidak bisa terakses. Begitu jaringan kembali normal, semua petani datang bersamaan sehingga terjadi kerumunan,” kata Ivandi Akmal seorang petani di Kecamatan Blangpidie, Jum’at (12/6/2026).

Menurutnya, gangguan sistem membuat petani harus meninggalkan pekerjaan di sawah untuk menunggu kepastian kapan layanan kembali berjalan.

Mereka kerap menghabiskan waktu berjam-jam di lokasi distributor sambil menunggu jaringan pulih.

Ketika akses kembali normal, para petani langsung berdatangan secara bersamaan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Situasi tersebut memicu antrean panjang dan kerumunan yang sulit terhindari.

Baca Juga :  Panglima Do Klarifikasi Pernyataan Jubir DPW Partai Aceh Abdya

Tingginya jumlah petani yang datang dalam waktu yang hampir bersamaan membuat stok pupuk cepat habis.

Akibatnya, sebagian petani terpaksa pulang tanpa membawa pupuk meski nama mereka sudah tercatat sebagai penerima.

Petani menilai kondisi tersebut justru menyulitkan mereka. Selain mengganggu aktivitas di lahan pertanian, persoalan jaringan juga menimbulkan ketidakpastian dalam memperoleh pupuk yang sangat dibutuhkan pada musim tanam.

Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi agar distribusi pupuk subsidi tidak sepenuhnya bergantung pada kestabilan jaringan.

Baca Juga :  Netizen Minta Aparat Tak Hanya Tindak Pelat Modifikasi, Kendaraan Bodong hingga Knalpot Blong Juga Harus Disasar

Petani juga meminta adanya mekanisme alternatif ketika sistem mengalami gangguan sehingga penyaluran pupuk tetap berjalan dan tidak memicu antrean panjang maupun kerumunan.

Menurut Ivandi, ketersediaan pupuk tidak akan memberi manfaat maksimal apabila proses distribusinya masih terkendala akses sistem yang tidak stabil.

“Kami petani berharap perbaikan segera agar kebutuhan pupuk dapat terpenuhi tepat waktu dan aktivitas pertanian tidak terganggu,” pungkasnya.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Internasional

Bandara Dubai Dihantam Drone, Kemlu RI Pastikan kelancaran perjalanan bagi WNI yang terdampak

News

Penegakkan SI, Kadis Syariat Islam Apresiasi langkah WaliKota

Aceh Barat

Solidaritas Abdya untuk Aceh Barat: Satu Truk Bantuan Kemanusiaan Diserahkan untuk Korban Banjir dan Longsor

Aceh Barat Daya

Menu MBG di MIN Alue Pade Diduga Berulat

News

Plt Sekda: Halal bi Halal Momentum Memperkuat Silaturrahmi dan Membangun Jejaring  

Aceh Barat Daya

Laranga Perayaan Tahun Baru yang Bertentangan Syariat

Aceh Barat Daya

499 Orang Tenaga Fungsional Guru dan Kesehatan Terima SK PPPK

Nasional

Bambang Haryo Soekartono Salurkan Bantuan PIP untuk Ratusan Pelajar di Kabupaten Sidoarjo