Medan – Pemerintah Kota Medan optimistis penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII mampu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 itu diproyeksikan menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp17 miliar.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menggelar konferensi pers di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
Rakernas APEKSI XVIII diikuti oleh 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia, terdiri atas 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Bappeda. Sejumlah agenda strategis digelar selama kegiatan berlangsung, mulai dari forum pemerintahan, promosi investasi, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pagelaran budaya.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah karnaval budaya yang melibatkan 2.984 peserta dari 56 delegasi. Beragam seni dan budaya nusantara ditampilkan sebagai wujud persatuan dalam keberagaman.
Menurut Rico Waas, dampak ekonomi dari penyelenggaraan Rakernas diperkirakan berasal dari sektor jasa penyelenggaraan acara sebesar 50,22 persen, sektor perhotelan 37,13 persen, sektor makan-minum dan UMKM 11,27 persen, serta sektor transportasi sebesar 1,37 persen.
Selain itu, sebanyak 375 pelaku UMKM turut diberdayakan dalam kegiatan tersebut. Mereka mengisi berbagai lokasi pameran, di antaranya Galeri Mal Pelayanan Publik (MPP), Hotel Santika, Lapangan Benteng, dan Lapangan Merdeka dengan produk kuliner, kriya, fesyen, kesehatan, hingga kecantikan.
Rico berharap Rakernas APEKSI XVIII tidak hanya menjadi forum koordinasi antarpemerintah kota, tetapi juga mampu memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi pembangunan perkotaan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Medan.
Editor: Amiruddin. MK














