Jakarta – Beberapa waktu lalu, Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) berkesempatan mengunjungi salah satu peternakan ayam petelur. Kedatangannya tersebut untuk mendengarkan langsung berbagai tantangan yang dihadapi para peternak, khususnya terkait harga pakan dan manajemen usaha peternakan.
BHS menyampaikan, salah satu harapan utama para peternak adalah agar harga jagung tetap stabil seperti saat ini, yaitu sekitar Rp7.300 per kilogram.
“Sebab, pada pemerintahan sebelumnya harga jagung sempat melonjak hingga di atas Rp10.000 per kilogram, yang sangat membebani biaya produksi,” kata BHS dikutip dalam akun instagram pribadinya @bambangharyos.
Dengan keberhasilan Indonesia menuju swasembada jagung, diharapkan harga jagung ke depan dapat terus ditekan hingga berada di bawah Rp7.000 per kilogram sehingga peternak semakin terbantu.
“Di sisi lain, harga pakan konsentrat pabrikan juga mulai mengalami kenaikan akibat menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah agar industri pakan memperoleh biaya produksi yang lebih efisien, antara lain melalui penerapan harga gas industri HGBT, biaya energi dan listrik yang kompetitif, insentif perpajakan, keringanan pajak air, serta berbagai kebijakan lainnya,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjutnya, biaya produksi konsentrat dapat ditekan sehingga harga pakan yang diterima peternak menjadi lebih terjangkau. Selain itu, para peternak juga berharap harga bibit ayam DOC (Day Old Chick) impor dapat ditekan agar biaya produksi secara keseluruhan semakin efisien dan usaha peternakan rakyat semakin berkembang.
“Semoga berbagai aspirasi ini dapat menjadi perhatian bersama demi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak ayam petelur di Indonesia,” pungkasnya.
Editor: Poppy Rakhmawaty














