Home / Aceh Barat Daya / Pendidikan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:09 WIB

Hari Pertama Sekolah, KoBar-GB Soroti Krisis Mobiler di Abdya

mm Teuku Nizar

Ketua Kobar-GB Abdya, Rusli. (Foto. Teukunizar/NOA.co.id)

Ketua Kobar-GB Abdya, Rusli. (Foto. Teukunizar/NOA.co.id)

Aceh Barat Daya – Persoalan klasik kembali mewarnai hari pertama tahun ajaran baru di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Abdya menemukan masih banyak sekolah yang mengalami kekurangan meja dan kursi, bahkan sebagian mobiler sudah rapuh dan tidak lagi layak.

Ketua KoBar-GB Abdya, Rusli, S.Pd, mengatakan kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Menurutnya, hasil pemantauan KoBar-GB menunjukkan sejumlah meja dan kursi mengalami kerusakan berat.

Banyak di antaranya sudah lapuk, goyah, dan tidak memenuhi standar untuk menunjang proses belajar.

Baca Juga :  Harumkan Nama Aceh dan Gayo Lues, Guru SMAN Seribu Bukit Raih Juara Nasional ASRI Award 2025

“Anak-anak berhak belajar dengan nyaman dan aman. Kalau meja dan kursi sudah rapuh, tentu dapat membahayakan mereka saat mengikuti pelajaran,” kata Rusli, Senin (13/7/2026).

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera merealisasikan pengadaan mobiler bagi sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan.

Rusli menilai penyediaan sarana belajar menjadi kebutuhan mendesak apabila pemerintah ingin meningkatkan mutu pendidikan.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada tenaga pendidik, tetapi juga fasilitas belajar yang memadai.

KoBar-GB berharap pada tahun mendatang tidak ada lagi sekolah di Abdya yang masih menggunakan bangku belajar rusak ataupun kekurangan meja dan kursi.

Baca Juga :  Sekolah Muhammadiyah Bireuen Menjadi Model Sekolah Inklusif

Rusli mengungkapkan, sejumlah sekolah bahkan masih menghadapi keterbatasan jumlah kursi.

“Kalau benar anggaran pengadaan mobiler sudah ada usulan sejak tahun lalu, seharusnya persoalan seperti ini tidak lagi terjadi pada hari pertama sekolah. Jangan sampai siswa harus berebut kursi hanya karena fasilitas belum tersedia,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak mobiler yang ada saat ini sudah tidak nyaman pemakaian untuk belajar.

Kondisi tersebut dapat mengurangi konsentrasi siswa selama mengikuti pelajaran di kelas.

Selain mendesak pengadaan mobiler, KoBar-GB juga menyoroti peran pengawas sekolah dalam memetakan kebutuhan sarana pendidikan.

Baca Juga :  18 Unit RTLH Dibangun, Darmansah: Sumber Dana APBK dan CSR

Rusli menyebut kepala Dinas dikbud Abdya memiliki latar belakang sebagai seorang guru sehingga memahami kondisi riil sekolah-sekolah di lapangan.

“Di Dinas dikbud juga ada pengawas sekolah. Mereka harus aktif menyampaikan kebutuhan setiap sekolah  sehingga bisa segera tertangani, bukan terus berulang setiap tahun ajaran baru,” tegasnya.

KoBar-GB berharap segera pendataan ulang terhadap kebutuhan mobiler di seluruh SD dan SMP di Aceh Barat Daya.

Kemudian menetapkan pengadaan sebagai salah satu program prioritas agar seluruh siswa memperoleh hak belajar yang aman, nyaman, dan layak.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Penerima RTLH TMMD Dapat Bantuan Pengembangan Ekonomi

Aceh Besar

Camat Darul Kamal Dorong Sekolah Ramah Anak dan Bebas Kekerasan

Aceh Barat Daya

Disdukcapil Abdya Tidak Cetak e-KTP, Ini Penyebabnya

Pendidikan

Siswa SMAN 1 Banda Aceh Kritis Bahas Korupsi dan UU ITE dalam Program Jaksa Masuk Sekolah

Aceh Barat Daya

Polres Abdya Bagikan Takjil, Ajak Masyarakat Tertib Lalu Lintas

Aceh Barat Daya

Pawai Budaya HUT RI ke-81, Satlantas Abdya Tutup Sejumlah Ruas Jalan Minggu Siang

Aceh Barat Daya

Satlantas Abdya Batasi Kendaraan Besar di Jalan Guhang Saat Maulid

Aceh Barat Daya

Babinsa Bantu Tangani Lalulintas Dilokasi Banjir