Home / Pemko Banda Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Illiza: Frontliner Jadi Garda Terdepan Bangun Kepercayaan Masyarakat terhadap Jasa Keuangan

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berfoto bersama jajaran OJK Provinsi Aceh, FK-IJK Aceh, dan peserta usai membuka Pelatihan Frontliner Excellence for Consumer Protection 2026 di Banda Aceh, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berfoto bersama jajaran OJK Provinsi Aceh, FK-IJK Aceh, dan peserta usai membuka Pelatihan Frontliner Excellence for Consumer Protection 2026 di Banda Aceh, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membuka Pelatihan Frontliner Excellence for Consumer Protection 2026 bertema “Membangun Industri Jasa Keuangan yang Profesional Melalui Komunikasi yang Efektif dan Pelayanan Prima” di Ruang Serbaguna Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh, Kamis (23/7/2026).

Pelatihan yang diinisiasi Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK) Aceh ini bertujuan meningkatkan kompetensi frontliner dalam memberikan pelayanan yang profesional sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala OJK Provinsi Aceh Daddy Peryoga, Direktur Utama Bank Aceh sekaligus Ketua FK-IJK Aceh Fadil Ilyas, jajaran pengurus FK-IJK, pimpinan lembaga jasa keuangan, serta sekitar 150 peserta dari 24 lembaga jasa keuangan di Aceh.

Baca Juga :  Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan PKL di Ulee Lheue, Pantauan CCTV Jadi Dasar Aksi

Dalam sambutannya, Illiza mengatakan frontliner merupakan wajah pertama yang membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan. Menurutnya, meskipun interaksi dengan nasabah berlangsung singkat, kualitas pelayanan akan menentukan tingkat kepercayaan publik.

“Pelayanan hari ini bukan hanya soal cepat. Pelayanan juga soal memberi rasa tenang, mau mendengarkan, mau menjelaskan, dan memastikan masyarakat benar-benar memahami informasi yang diterimanya. Perlindungan konsumen dimulai dari komunikasi yang baik, bukan menunggu ketika masalah sudah terjadi,” ujar Illiza.

Ia menambahkan, perkembangan layanan keuangan digital memang memberikan kemudahan bagi masyarakat, namun juga menghadirkan tantangan baru berupa berbagai modus kejahatan siber, seperti phishing, tautan palsu, penyalahgunaan OTP, hingga social engineering.

Karena itu, menurutnya, frontliner tidak hanya berperan melayani transaksi, tetapi juga menjadi sumber informasi yang benar sekaligus garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari risiko kejahatan keuangan digital.

Baca Juga :  Banda Aceh Percepat Penanganan Stunting Lewat Program Terpadu Gampong

Illiza berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam memberikan pelayanan yang mengedepankan empati, komunikasi yang efektif, serta penyampaian informasi yang tepat kepada masyarakat.

“Ketika masyarakat merasa didengar, dipahami, dan dilayani dengan tulus, kepercayaan terhadap lembaga jasa keuangan akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Aceh yang juga Ketua FK-IJK Aceh, Fadil Ilyas, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk sinergi FK-IJK bersama OJK dalam meningkatkan kapasitas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kualitas pelayanan yang prima menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.

Baca Juga :  Disdukcapil dan Pengadilan Negeri Banda Aceh Gelar Sidang Keliling, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

Senada dengan itu, Kepala OJK Provinsi Aceh, Daddy Peryoga, menegaskan bahwa frontliner memiliki peran strategis sebagai pihak pertama yang memberikan informasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan kepada masyarakat.

Ia menilai pelayanan yang profesional, komunikatif, dan berintegritas menjadi kunci dalam memperkuat perlindungan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan.

Pelatihan ini diikuti sekitar 150 frontliner dari 24 lembaga jasa keuangan di Aceh yang berasal dari sektor perbankan, perusahaan pembiayaan, asuransi, pegadaian, pasar modal, hingga industri jasa keuangan non-bank.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali materi mengenai perlindungan konsumen, literasi keuangan, komunikasi pelayanan, penanganan pengaduan, serta penguatan profesionalisme dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Besuk Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2, Minta SOP Keselamatan Diperketat

Pemko Banda Aceh

HKB 2026, Banda Aceh Tanam 2.000 Lebih Pohon untuk Tekan Risiko Bencana

Advetorial

Illiza: Pemberdayaan Perempuan Jadi Kunci Penguatan Masyarakat Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Wakil Wali Kota Banda Aceh Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Alue Naga

Pemko Banda Aceh

Tekan Angka Stunting, Banda Aceh Gencarkan Intervensi Gizi bagi Balita

Keagamaan

Illiza Ajak Warga Hadiri Dakwah Akbar Bersama Syeikh Reza Abdul Jabbar dan Peggy Melati Sukma di Bustanussalatin

Pemko Banda Aceh

Illiza Resmikan ATM Drive Thru Bank Aceh Syariah di Samping Masjid Raya Baiturrahman

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Koordinasi Jelang Pelantikan Keuchik Serentak 7 Februari 2026