Home / Advetorial / Banda Aceh / Pendidikan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Museum Tsunami Aceh Gelar Museum Keliling, Edukasi Mitigasi Bencana Sambangi SMPN 4 Banda Aceh

mm Redaksi

UPTD Museum Tsunami Aceh menyerahkan cenderamata kepada pihak SMP Negeri 4 Banda Aceh sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam pelaksanaan program Museum Keliling, Selasa (12/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

UPTD Museum Tsunami Aceh menyerahkan cenderamata kepada pihak SMP Negeri 4 Banda Aceh sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam pelaksanaan program Museum Keliling, Selasa (12/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh kembali menyapa dunia pendidikan melalui program inovatif “Museum Keliling”. Kali ini, sekolah yang terpilih menjadi pusat edukasi kebencanaan adalah SMP Negeri 4 Banda Aceh, Selasa (12/5).

​Berbeda dengan kunjungan konvensional, program ini memboyong koleksi museum, edukasi, dan materi kebencanaan langsung ke tengah lingkungan sekolah. Ratusan pelajar diajak menyelami sejarah sekaligus membangun kesiapsiagaan melalui metode belajar interaktif, mulai dari simulasi jalur evakuasi, pengenalan tanda-tanda alam, hingga pendalaman kearifan lokal seperti konsep Smong dari Kepulauan Simeulue.

Edukator Museum Tsunami Aceh memberikan pembelajaran tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana kepada pelajar SMPN 4 Banda Aceh melalui program Museum Keliling, Selasa (12/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kepala Seksi Edukasi dan Preparasi UPTD Museum Tsunami Aceh, Abdul Lathief, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah proaktif museum dalam menjangkau generasi pascatsunami.

Baca Juga :  Tantangan Pencari Kerja di Banda Aceh Kian Kompleks di Tengah Persaingan Ketat

​”Museum Tsunami bukan sekadar penjaga ingatan masa lalu, tapi juga jembatan menuju masa depan yang lebih aman. Kami ingin generasi muda Aceh tidak hanya tahu sejarah tragedi 2004, tetapi tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan siaga menghadapi potensi bencana,” ujar Lathief.

​Pemilihan SMPN 4 Banda Aceh memiliki makna simbolis tersendiri. Sebagai salah satu sekolah yang terdampak hebat pada tsunami dua dekade silam, kehadiran program ini diharapkan mampu mentransfer nilai-nilai ketangguhan dan solidaritas secara langsung kepada para pelajar.

Kepala SMP Negeri 4 Banda Aceh, Annie Kusharyanti, menyambut antusias terpilihnya sekolah mereka sebagai lokasi pelaksanaan tahun ini. Dari 19 sekolah negeri di Banda Aceh, SMPN 4 didapuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan.

Baca Juga :  Ini Pesan Sekda di Hadapan Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah di Sabang
UPTD Museum Tsunami Aceh menghadirkan program Museum Keliling di SMPN 4 Banda Aceh untuk menanamkan kesadaran mitigasi bencana sejak dini kepada para pelajar, Selasa (12/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

​“Ini kesempatan langka. Kami meminta para pelajar menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para pakar Museum Tsunami. Biasanya mereka belajar dengan guru di kelas, hari ini mereka belajar langsung dari ahlinya,” kata Annie.

​Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan seminar kesiapsiagaan melalui program SIBONA (Si Bocah Tangguh Bencana). Disampaikan secara serius namun santai dan mendalam oleh para edukator museum, para pelajar sangat antusias dalam mengikuti kegiatan.

​“Kami instruksikan siswa untuk aktif bertanya dan nantinya berbagi pengalaman mereka melalui media sosial sekolah. Kita tunjukkan bahwa pelajar SMPN 4 adalah generasi yang tanggap bencana,” pungkasnya.

Baca Juga :  Lewat Inovasi Pelitahati, Hampir Seluruh Anak di Banda Aceh Sudah Punya Akta Kelahiran

Program Museum Keliling merupakan inovasi rutin UPTD Museum Tsunami yang dirancang dengan standar kelas dunia (world-class standard). Selain sebagai fungsi edukasi, kegiatan ini selaras dengan misi riset dan mitigasi kebencanaan, serta mendukung penuh kurikulum muatan lokal pendidikan kebencanaan yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Aceh.

​Melalui kegiatan ini, Museum Tsunami Aceh berharap edukasi kebencanaan tidak lagi dipandang sebagai materi hafalan yang membosankan, melainkan bagian dari gaya hidup dan kesadaran kolektif masyarakat Aceh. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Utara

Kelas Jadi Hunian, Siswa SD Langkahan Belajar di Luar

Advetorial

Dinkes Gandeng Sekolah hingga Komunitas Perkuat Pencegahan HIV/AIDS di Banda Aceh

Pendidikan

Disdik Aceh Kirim 80 Siswa SMK Magang ke Sumut dan Jabar

Pendidikan

Siswi SMAN 10 Fajar Harapan Berbagi Kisah Inspiratif di Hadapan Wakil Menteri dan Tamu Undangan

Banda Aceh

IBI Banda Aceh Gelar Seminar Ilmiah, Perkuat Peran Bidan Cegah AKI dan Stunting

Advetorial

LPEI dan Pemerintah Aceh Bekerja Sama Kembangkan Ekspor Nasional UMKM

Aceh Besar

Bupati Mawardi Ali Buka Musrenbang RKPK Aceh Besar Tahun 2023

Advetorial

Prevalensi Stunting di Aceh Turun Sebanyak 4,7 Persen