Home / Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Pidie Mematangkan Peringatan Damai Aceh dan HUT Kemerdekaan

mm Amir Sagita

Rapat finalisasi hari perdamaian Aceh dan HUT Kemerdekaan RI di Oproom Sekdakab Pidie, Senin (10/8/2026) (Foto.IST).

Rapat finalisasi hari perdamaian Aceh dan HUT Kemerdekaan RI di Oproom Sekdakab Pidie, Senin (10/8/2026) (Foto.IST).

Sigli – Pemerintah Kabupaten Pidie mulai mematangkan dua agenda besar yang berdekatan: peringatan 21 tahun perdamaian Aceh dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dua peristiwa itu akan dikemas bukan sekadar seremoni, melainkan juga sebagai ruang refleksi tentang perdamaian, persatuan, dan keberlanjutan pembangunan di daerah.

Finalisasi persiapan digelar di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie, Senin, (10/7/2026).
Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, memimpin rapat tersebut didampingi Sekretaris Daerah Drs. Samsul Azhar.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lembaga vertikal, hingga perwakilan BUMN dan BUMD ikut hadir.

Dua dekade lebih perdamaian
peringatan hari damai Aceh ke-21 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Badan Reintegrasi Aceh Kabupaten Pidie menjadi penyelenggara kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Al-Falah Sigli.

Sekitar 1.500 undangan diperkirakan menghadiri kegiatan itu. Mereka berasal dari unsur Forkopimda, kepala SKPK, keuchik, Sagoe KPA, instansi lintas sektor, kepala sekolah, pimpinan dayah, serta perwakilan anak yatim dari 23 kecamatan.

Baca Juga :  Majelis Hakim PT BNA Kuatkan Pidana Perkara Tambang Ilegal di Aceh Jaya

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pidie, H. Isnaini, S.T., M.Si., memaparkan kesiapan teknis kegiatan dalam rapat tersebut.
Acara akan diawali zikir dan doa bersama. Setelah itu, pemerintah akan menyerahkan secara simbolis bantuan penyelesaian skripsi kepada 758 mahasiswa serta bantuan pemberdayaan kepada 60 pengasuh anak yatim. Tausiah menjadi penutup rangkaian acara.

Di balik susunan seremoni itu terdapat pesan yang lebih luas: perdamaian bukan hanya soal berhentinya konflik bersenjata, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat Aceh memperoleh kesempatan untuk hidup, belajar, dan membangun masa depan.

Bantuan kepada mahasiswa dan pengasuh anak yatim menjadi salah satu cara pemerintah daerah menerjemahkan semangat perdamaian dalam bentuk program sosial.

Merah Putih di Setiap Gampong
Sehari-hari setelah agenda perdamaian, perhatian pemerintah beralih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara peringatan detik-detik Proklamasi akan dipusatkan di halaman Gedung Pidie Convention Center. Detik Proklamasi ditandai dengan pembunyian sirene tepat pukul 10.00 WIB.

Baca Juga :  Polda Aceh Imbau Masyarakat Segera Melapor Jika Mengalami Intimidasi dari Preman Berkedok Ormas

Wakil Bupati Alzaizi bersama unsur Forkopimda mengimbau masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing. Warga juga diminta memasang dekorasi dan ornamen kemerdekaan untuk menghidupkan suasana peringatan di tingkat gampong.

Imbauan itu terdengar sederhana. Namun bagi pemerintah daerah, pengibaran Merah Putih merupakan bagian dari upaya membangun kembali ruang kebersamaan masyarakat.

Setelah dua dekade perdamaian, simbol-simbol persatuan tidak cukup berhenti di halaman kantor pemerintahan. Ia perlu hadir di rumah-rumah warga, sekolah, dayah, pasar, dan ruang publik.
Koordinasi Jangan Berhenti di Ruang Rapat

Dalam rapat finalisasi, seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dan pihak terkait diminta memastikan tugas masing-masing telah dipersiapkan. Keamanan, ketertiban, lalu lintas, pelayanan tamu, hingga kelancaran rangkaian acara menjadi bagian yang harus dikoordinasikan lintas sektor.

Baca Juga :  Fadhil Ilyas Ditunjuk Kembali Sebagai Plt Direktur Utama Bank Aceh Dalam RUPSLB

Sekretaris Daerah Samsul Azhar menekankan pentingnya koordinasi agar seluruh agenda berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pesannya jelas: kesuksesan acara tidak hanya ditentukan oleh meriahnya panggung, tetapi oleh kesiapan seluruh unsur yang bekerja di belakangnya.

Peringatan Hari Damai Aceh dan HUT Kemerdekaan tahun ini pada akhirnya membawa dua pesan yang beririsan. Yang pertama mengingatkan masyarakat pada perjalanan panjang Aceh keluar dari konflik. Yang kedua mengajak warga merawat persatuan sebagai fondasi kehidupan bernegara.

Bagi Pidie, dua momentum tersebut datang dengan pekerjaan rumah yang sama: memastikan perdamaian dan kemerdekaan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi terasa dalam kehidupan masyarakat.
Rapat di Oproom Setdakab Pidie itu menjadi salah satu tahap terakhir untuk memastikan pesan tersebut tidak sekadar terdengar dari mimbar upacara.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Daerah

PT SBA Dukung Penuh Kerja Insan Pers dan Perusahaan di Aceh

Daerah

Perdamaian Aceh Adalah Warisan Perjuangan, Bang Li Raja: Jangan Ternoda oleh Provokasi

Daerah

Menjelang May Day, Wakil Bupati Simeulue Ajak Buruh Jaga Kondusivitas Daerah

Daerah

Mengenal T. Rival Amiruddin, Dari Sopir Labi-Labi Jadi Pengusaha Sukses

Aceh Barat

Bank Aceh Syariah Cabang Meulaboh Serahkan Zakat Perusahaan Tahun 2023

Daerah

Kemenkum Aceh Percepat Pembentukan Koperasi Merah Putih di Dataran Tinggi Gayo

Daerah

SPS Pusat dan Sumut Bantu Korban Longsor dan Banjir di Sei Lepan dan Brandan Barat

Advetorial

PT PEMA Adakan Pembinaan dan Pengembangan UMKM, Dorong Pelaku UMKM Berkompetisi