Aceh Jaya — Perjalanan dari masa konflik menuju kehidupan damai membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat Aceh. Sebagian mereka yang dahulu terlibat dalam perjuangan kini memilih jalan pengabdian melalui ruang pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Salah satunya adalah Adianto, S.E., eks kombatan GAM dari Daerah 4 Wilayah Meureuhom Daya, Teunom. Ia kembali mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Gampong Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Kepercayaan itu diperoleh dalam Pemilihan Keuchik Secara Langsung (Pilchiksung) yang berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026. Adianto, S.E. kembali terpilih dan akan melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua, setelah sebelumnya menjabat pada periode 2020–2026. Mandat baru tersebut akan membawanya menjalankan amanah sebagai Keuchik Gampong Lueng Gayo untuk periode 2027–2032.
Kembali terpilihnya Adianto, S.E. tidak hanya menjadi catatan dalam pergantian kepemimpinan di tingkat gampong. Di balik hasil Pilchiksung itu terdapat perjalanan panjang seorang eks kombatan yang kini menjalankan peran berbeda di tengah masyarakat.
Jika masa lalu diwarnai suasana konflik, maka hari ini pengabdian dijalankan melalui pemerintahan gampong. Peran tersebut menuntut kemampuan untuk merangkul seluruh masyarakat, menjaga kebersamaan, sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan untuk kepentingan warga.
Bagi seorang Keuchik, kemenangan dalam pemilihan bukanlah akhir dari sebuah proses. Justru setelah suara masyarakat diberikan, tanggung jawab yang lebih besar dimulai. Ia harus menjadi pemimpin bagi seluruh warga, termasuk mereka yang dalam Pilchiksung memiliki pilihan berbeda.
Kesadaran itulah yang kemudian disampaikan Adianto, S.E. setelah kembali memperoleh kepercayaan masyarakat.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gampong Lueng Gayo yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya. Adianto juga mengajak seluruh warga untuk kembali bersatu dan menjaga kekompakan setelah proses pemilihan selesai.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Gampong Lueng Gayo atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Mari kita kembali bersatu, menjaga kekompakan dan kebersamaan. Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan dan tujuan kita untuk memajukan gampong harus tetap kita jaga bersama,” ujar Adianto. Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, pembangunan gampong tidak mungkin berjalan hanya dengan mengandalkan pemerintah gampong. Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan setiap program yang akan dijalankan.
Karena itu, periode kedua kepemimpinannya diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan program yang telah berjalan selama periode pertama sekaligus memperbaiki berbagai hal yang masih menjadi kebutuhan masyarakat.
Ada pula tanggung jawab yang lebih besar, yakni menjaga agar perbedaan pilihan dalam Pilchiksung tidak berlanjut menjadi perpecahan di tengah masyarakat.
Bagi Gampong Lueng Gayo, kepemimpinan baru bukan sekadar tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak. Setelah pemilihan selesai, yang dibutuhkan adalah bagaimana seluruh masyarakat kembali duduk bersama dan melihat kepentingan gampong sebagai tujuan bersama.
Perjalanan Adianto, S.E. dari eks kombatan hingga kembali dipercaya memimpin masyarakat menjadi bagian dari perubahan yang berlangsung di Aceh. Perjuangan yang dahulu berlangsung dalam situasi konflik kini menemukan bentuk lain dalam kehidupan damai: mengurus pemerintahan, melayani masyarakat, dan ikut membangun kampung halaman.
Kini, periode 2027–2032 menjadi babak baru bagi Adianto, S.E. Kepercayaan yang telah diberikan masyarakat menjadi amanah yang harus dijawab melalui kerja nyata, kebersamaan, dan pengabdian untuk seluruh masyarakat Gampong Lueng Gayo.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi
























