Home / Aceh Barat Daya / Kesehatan

Senin, 28 September 2026 - 12:37 WIB

100 Pasien DBD di Abdya, Forum Keuchik: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Fogging

mm Teuku Nizar

Ketua Forum Keuchik Abdya, Venny Kurnia, ST. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Ketua Forum Keuchik Abdya, Venny Kurnia, ST. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Aceh Barat Daya – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Aceh Barat Daya (Abdya) mulai memicu desakan keras dari pemerintah gampong.

Berdasarkan laporan di RSUD Teungku Peukan (RSUD-TP) Abdya mencatat 100 pasien DBD menjalani perawatan sejak Juni hingga September 2026.

Angka tersebut mendorong Ketua Forum Keuchik Abdya, Venny Kurnia, mendesak Dinas Kesehatan Abdya segera memperluas program fogging ke seluruh desa.

Keuchik Gampong Guhang, Kecamatan Blangpidie ini menilai pemerintah perlu bergerak sebelum kasus berkembang dan menimbulkan korban lebih besar.

“Tolong program fogging-nya Pak Kadinkes untuk seluruh desa. Mohon kerja samanya sebelum jatuh korban lebih besar. Kami siap membantu dari desa,” kata Venny, Senin (28/9/2026).

Baca Juga :  Kodim 0110/Abdya Imbau Masyarakat Utamakan Keselamatan

Venny bahkan melontarkan kritik lebih keras terhadap pola penanganan DBD yang menurutnya terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Jangan tunggu orang meninggal baru fogging. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, pihak Dinas Kesehatan ini baru bergerak kalau korban sudah ada yang meninggal. Untuk kondisi saat ini, tolong segera diatasi,” tegasnya.

Menurut Venny, kondisi saat ini membutuhkan respons cepat. Seratus pasien yang menjalani perawatan bukan angka yang layak terabaikan.

“Terlebih kasus DBD dapat berkembang apabila masyarakat dan pemerintah terlambat melakukan pencegahan, Dinas Kesehatan jangan tunggu korban,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Abdya Serukan Perang terhadap LGBT

Pihak RSUD-TP juga melakukan sosialisasi mengenai gejala DBD sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit tersebut.

Di tingkat gampong, sejumlah langkah pencegahan mulai berjalan.

Salah satunya oleh Pemerintah Gampong Mata Ie, Kecamatan Blangpidie.

Dengan menggandeng Dinkes Abdya untuk melaksanakan fogging massal.

Namun, Venny meminta langkah tersebut tidak berhenti di desa tertentu.

“Kami siap membantu dari desa. Dengan catatan sebanyak ini, perhatian terhadap pencegahan DBD di tingkat lingkungan menjadi semakin penting,” ujarnya.

Venny menegaskan pemerintah gampong siap membantu Dinas Kesehatan melakukan pencegahan di lapangan.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah di Tgk Alian Geulumpang Payong Resahkan Warga

Ia juga meminta masyarakat memperkuat pemberantasan sarang nyamuk dengan membersihkan lingkungan.

Selain itu, Venny meminta warga untuk menghilangkan tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

“Kami selaku Ketua Forum Keuchik Abdya mendorong sinergi yang lebih luas antara Dinas Kesehatan dan pemerintah gampong agar upaya pencegahan tidak menunggu kasus bertambah atau korban jatuh,” pungkasnya.

Forum Keuchik Abdya kini meminta Dinas kesehatan tidak sekadar menunggu laporan kasus dari rumah sakit.

Dengan 100 pasien tercatat menjalani perawatan sejak Juni, Venny mendorong langkah pencegahan turun langsung ke desa sebelum situasi berkembang lebih serius.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Masyarakat Rumoh Panyang Sampaikan Aspirasi dalam Reses Mus Seudong 

Aceh Barat Daya

Patroli Gabungan Polres Abdya di Kawasan Wisata

Aceh Barat Daya

Solar Langka untuk Rakyat, Lancar untuk Tambang

Aceh Barat Daya

Kapolres Abdya Tinjau SPPG Pastikan Higiene Program MBG

Aceh Barat Daya

Gangguan Sistem Bikin Distribusi Pupuk Semrawut, Petani Terpaksa Berebut Stok

Aceh Barat Daya

Peserta Pawai Obor Sudah Memadati Lokasi, Panggung Utama Masih Dikerjakan

Kesehatan

Dosen Di Lhokseumawe Akui Kemudahan Layanan Dengan Mobile JKN

Aceh Barat Daya

DPP PKB Tetapkan Zulkarnaini Pimpin DPC PKB Abdya Periode 2026-2031