Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M. bersama Wakil Bupati Said Fadheil, S.H., Plt. Sekda, para asisten di lingkungan Setdakab, sejumlah kepala SKPK, serta Direktur RSUD Cut Nyak Dhien meninjau persiapan peresmian sejumlah fasilitas dan alat kesehatan di RSUD Cut Nyak Dhien (CND), Minggu (16/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan menjelang peresmian sejumlah fasilitas dan peralatan kesehatan yang dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Barat.
Tarmizi mengatakan, salah satu fasilitas yang akan diluncurkan adalah Cath Lab yang kini telah kembali dapat difungsikan setelah sebelumnya tidak beroperasi sejak 2018.
“Hari ini kita cek persiapan. Ada program kerja sama dengan Smile Train untuk operasi bibir sumbing gratis. Ada 10 pasien yang sudah dioperasi kemarin dan saya juga menjenguk mereka. Insyaallah ke depan secara bertahap kita akan terus tingkatkan kerja sama dengan Smile Train,” kata Tarmizi.
Selain program operasi bibir sumbing gratis, RSUD Cut Nyak Dhien juga melaksanakan operasi perdana menggunakan Cath Lab. Pelaksanaan tersebut turut melibatkan Wakil Direktur Rumah Sakit Adam Malik Medan yang juga merupakan Sekretaris Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Pusat.
“Beliau ada waktu hari ini, makanya kita operasi perdana hari ini. Launching-nya besok. Cath Lab yang sudah tidak berfungsi sejak tahun 2018 setelah dibeli dengan harga yang mahal sekali, tidak pernah bisa difungsikan, dan hari ini sudah kita fungsikan,” ujarnya.
Tarmizi menjelaskan, keberadaan Cath Lab di RSUD Cut Nyak Dhien menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat di wilayah barat dan selatan Aceh.
Menurutnya, saat ini hanya terdapat dua rumah sakit di wilayah barat selatan Aceh yang memiliki fasilitas Cath Lab, salah satunya RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat dan lainnya berada di Kabupaten Aceh Selatan.
Pemkab Aceh Barat juga tengah menunggu proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pemerintah daerah menargetkan kerja sama tersebut dapat terealisasi pada Oktober mendatang sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan terkait jantung tidak perlu lagi dirujuk ke Banda Aceh.
“Sekarang lagi menunggu proses kerja sama dengan BPJS. Kita targetkan bulan Oktober nanti selesai supaya masyarakat tidak lagi ke Banda Aceh. Kalau satu kali pemasangan ring jantung bisa mencapai Rp30 juta sampai Rp40 juta, jadi kasihan masyarakat,” kata Tarmizi.
Ia menegaskan, Pemkab Aceh Barat akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penyempurnaan fasilitas dan peralatan medis di RSUD Cut Nyak Dhien.
Selain Cath Lab, peralatan kesehatan lainnya seperti CT Scan juga akan terus ditingkatkan dan disempurnakan secara bertahap sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat.
Menurut Tarmizi, penguatan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Aceh Barat.
Editor: Amiruddin. MK

























