Home / Aceh Barat / Pemerintah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Bupati Aceh Barat Hadiri Mudab Akbar ke-4 dan Istighatsah Kubra, Angkat Isu Lingkungan dalam Perspektif Islam

mm Redaksi

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH menghadiri Mudab Akbar ke-4 dan Istighatsah Kubra di Dayah Madinatuddiniyah Al Munawwarah, Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Sabtu (22/8/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH menghadiri Mudab Akbar ke-4 dan Istighatsah Kubra di Dayah Madinatuddiniyah Al Munawwarah, Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Sabtu (22/8/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH menghadiri Mubahatsah Ulama Dayah Aceh Barat (Mudab) ke-4 dan Istighatsah Kubra dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dayah Madinatuddiniyah Al Munawwarah, Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menjaga Lingkungan Menurut Perspektif Islam” dan menghadirkan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, Abu H. Faisal Ali, sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Barat Tarmizi menyampaikan apresiasi kepada Ketua MPU Aceh yang telah hadir dan memberikan materi dalam pelaksanaan Mudab Akbar ke-4.

Menurut Tarmizi, Mudab bukan sekadar forum untuk membahas persoalan hukum Islam, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara ulama dan umara dalam membangun daerah.

“Mudab Akbar bukan hanya sekadar acara untuk membahas persoalan hukum, tapi yang lebih penting adalah silaturahmi para ulama dengan umara dalam ajaran pemerintah. Dengan demikian masyarakat melihat bersatunya ulama dan umara maka masyarakat akan semangat,” kata Tarmizi.

Baca Juga :  120 Pelaku UMKM Aceh Besar Ikuti Digitalent Academy

Ia menilai sinergi antara ulama dan pemerintah sangat penting dalam menjalankan berbagai program pembangunan serta pembinaan masyarakat. Dengan adanya kesatuan langkah, berbagai arahan yang disampaikan pemerintah maupun ulama diharapkan dapat diterima dan dilaksanakan masyarakat.

Tarmizi juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berkoordinasi dengan para ulama dalam mengambil berbagai kebijakan.

“Alhamdulillah di Aceh Barat sampai saat ini, kami terutama khususnya sebagai pemimpin masih tetap sami’na wa atho’na kepada para ulama di Aceh Barat. Sejauh ini setiap langkah yang akan kita ambil selalu kita koordinasikan dan musyawarahkan untuk kebaikan daerah,” ujarnya.

Tantangan Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi turut menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat saat ini. Di antaranya perkembangan media sosial yang dinilai sulit dikontrol, peredaran narkoba, judi online, LGBT, aliran sesat, hingga rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap persoalan sosial tersebut.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  30 Ribu Hektare Tambak Di Provinsi Aceh Rusak Digulung Banjir Sumatera

Sebagai bagian dari upaya pembinaan, Pemkab Aceh Barat telah mengeluarkan Instruksi Bupati untuk menggerakkan majelis taklim mulai dari tingkat gampong, kecamatan hingga kabupaten.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Magrib Mengaji serta membentuk Satgas Pageu Gampong sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan pengawasan sosial di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu sebagai solusi maka Pemda mengeluarkan Instruksi Bupati untuk menggerakkan Majelis Taklim dari tingkat gampong, kecamatan hingga kabupaten, kemudian program Magrib Mengaji dan membentuk Satgas Pageu Gampong,” ujar Tarmizi.

Ia menegaskan, Pemkab Aceh Barat berkomitmen mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di wilayah tersebut, termasuk kegiatan Mudab maupun program yang melibatkan para santri.

“Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk tetap terus mendukung penuh apapun kegiatan keagamaan di Aceh Barat, baik itu kegiatan dari Mudab dan juga santri,” katanya.

Ulama Soroti Kerusakan Lingkungan

Sementara itu, Ketua Mudab, Abucek H. Arifin Idris, mengatakan tema mengenai lingkungan yang diangkat pada Mudab Akbar ke-4 memiliki relevansi kuat dengan kondisi masyarakat saat ini.

Baca Juga :  Diskominfotan Aceh Selatan Gelar Sosialisasi Tanda Tangan Elektronik

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh pihak agar kehidupan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman, termasuk dalam menjalankan aktivitas ibadah.

“Kita mengangkat tema ini karena murni untuk mengetahui bagaimana hukum menjaga lingkungan di sekitar kita. Ulama-ulama di Aceh Barat merasa terpanggil karena keadaan lingkungan kita yang sangat mengkhawatirkan,” kata H. Arifin Idris.

Ia menyebutkan, kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah menjadi salah satu alasan para ulama mengangkat persoalan tersebut dalam forum Mudab.

Terlebih, sepanjang tahun ini berbagai bentuk kerusakan alam terjadi di sejumlah wilayah. Karena itu, menurutnya, diperlukan pembahasan dari perspektif Islam agar masyarakat memahami tanggung jawab menjaga lingkungan berdasarkan nilai-nilai agama.

Melalui Mudab Akbar ke-4 dan Istighatsah Kubra tersebut, para ulama dan pemerintah diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Disdik Aceh Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Aceh Barat

Penjabat Bupati Aceh Barat Resmi Buka Kejuaraan Bulu Tangkis Antar Instansi

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Bersama Bunda PAUD Monev Pelaksanaan Ujian SMPN 3 Ingin Jaya

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Maulid dan Syukuran Prestasi Atlet PON Aceh

Internasional

Kemenko Polkam : Kondisi WNI di Thailand-Kamboja Aman

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Segera Bayar Upah 376 Tenaga Harian Lepas Guru

Daerah

PJ Bupati Simeulue Tegaskan ASN Harus Netral Jelang Pilkada 

Daerah

DPRK Simeulue Ingatkan Bupati Segera Serahkan Dua Dokumen Penting Perencanaan APBK