Nagan Raya – Polemik final NJU Cup I Suak Puntong, Kabupaten Nagan Raya, terus bergulir setelah Banteng VC asal Aceh Barat Daya (Abdya) memilih walkout dari pertandingan.
Kali ini, status lisensi wasit utama yang memimpin laga tersebut ikut menjadi sorotan.
Ketua PBVSI Abdya sekaligus Presiden Banteng VC, Irmansyah Marzuki, menduga wasit utama bernama Muktar tidak memiliki lisensi yang dapat dibuktikan.
Irmansyah mengaku telah meminta Muktar menunjukkan atau mengirimkan salinan sertifikat lisensinya. Namun, permintaan tersebut tidak kunjung dipenuhi.
Menurut Irmansyah, Muktar justru menyampaikan bahwa sertifikat lisensinya berada di tangan Ketua PBVSI Nagan Raya.
“Saya secara khusus meminta lisensinya. Tetapi sampai sekarang tidak dikirimkan. Muktar mengatakan sertifikat lisensinya ada pada Ketua PBVSI Nagan Raya,” ujar Irmansyah.
Kondisi tersebut membuat Irmansyah mempertanyakan dasar penunjukan Muktar sebagai wasit utama dalam pertandingan final.
Baginya, persoalan lisensi bukan perkara sepele karena menyangkut legitimasi perangkat pertandingan dan kredibilitas turnamen.
“Kalau memang memiliki lisensi, seharusnya tidak sulit untuk menunjukkan atau mengirimkan salinannya. Kami hanya meminta kejelasan,” katanya.
Final NJU Cup I Suak Puntong sendiri mempertemukan Banteng VC dengan UD Tiara VC dari Nagan Raya pada Sabtu malam (24/10/2026).
Pertandingan tersebut kemudian diwarnai keputusan Banteng VC meninggalkan lapangan atau walkout setelah keputusan wasit berubah.
Irmansyah menilai pihak penyelenggara dan PBVSI Nagan Raya perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai status lisensi Muktar.
Ia meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan menjadi tanda tanya setelah pertandingan berakhir.
Meski demikian, dugaan terkait lisensi Muktar tersebut belum dapat dipastikan secara independen.
Hingga berita ini diturunkan, diperlukan klarifikasi dari Muktar dan panitia NJU Cup.
Ketua PBVSI Nagan Raya juga diperlukan tanggapan untuk memastikan status dan jenis lisensi yang dimiliki wasit tersebut.
Polemik final NJU Cup kini tidak hanya menyangkut keputusan pertandingan.
Tetapi juga mempertanyakan kelayakan perangkat pertandingan yang memimpin laga puncak turnamen tersebut.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar















