Aceh Barat Daya – Program Jembatan Garuda terus berjalan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Dari total 26 jembatan beton yang masuk program tersebut, sebanyak delapan titik telah mencapai progres 100 persen, sementara 18 lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Dandim 0110 Abdya Letkol Inf Rana Mega Al Amin melalui Pasiter Kapten Inf Faryanda mengatakan, pembangunan 26 jembatan tersebut menjadi bagian dari Program Jembatan Garuda yang pemerintah jalankan bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD).
“Total ada 26 titik jembatan. Delapan titik sudah 100 persen, sedangkan 18 titik lainnya masih dalam proses pembangunan,” kata Faryanda, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, jembatan yang masuk dalam program tersebut memiliki bentang sekitar 6 hingga 10 meter dengan konstruksi beton.
Program Jembatan Garuda menyasar desa-desa terpencil dan wilayah pelosok yang memiliki keterbatasan akses, termasuk daerah yang rawan bencana.
Menurut Faryanda, pembangunan jembatan beton itu juga bertujuan menggantikan akses darurat yang selama ini menggunakan material seperti kayu dan bambu.
“Tujuannya untuk menghubungkan desa-desa terpencil dan daerah pelosok yang rawan bencana serta memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Selain membuka akses antardesa, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mempermudah masyarakat menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.
Akses yang lebih baik juga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan usaha dari wilayah pelosok.
Faryanda menambahkan, pengerjaan 18 jembatan yang masih berlangsung terus mendapat pemantauan agar program tersebut berjalan sesuai target di lapangan.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar















