Home / Daerah / Simeulue

Minggu, 19 Januari 2025 - 17:05 WIB

Masyarakat Menyayangkan Penolakan HGU oleh Salah Seorang Anggota DPRK Simeulue

Argamsyah

Lasuardi, Tokoh masyarakat dan juga Ketua kelompok 105 kk desa Pasir Tinggi Kecamatan Teupah Selatan. Foto:dok. Argamsyah/Noa.co.id.

Lasuardi, Tokoh masyarakat dan juga Ketua kelompok 105 kk desa Pasir Tinggi Kecamatan Teupah Selatan. Foto:dok. Argamsyah/Noa.co.id.

Simeulue – Salah seorang perwakilan masyarakat, Lasuardi, yang juga menjabat sebagai ketua Kelompok dari 105 KK, di desa Pasir Tinggi kecamatan Teupah Selatan menyayangkan sikap salah seorang anggota DPRK Simeulue yang menolak pemberian Hak Guna Usaha (HGU).

Seharusnya, anggota DPRK mendukung penuh langkah yang menguntungkan bagi perekonomian, mengingat pentingnya dukungan tersebut untuk warga masyarakat setempat. Hal itu diungkapkan Lasuardi kepada wartawan pada Minggu, (19/01/2025).

Lasuardi mengungkapkan, jika HGU pun tidak diizinkan, ia mempertanyakan langkah apa yang harus diambil oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mereka. “Apakah masyarakat sengaja dibiarkan terus terpuruk agar kepentingan segelintir pihak terpenuhi,” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.

Baca Juga :  Event Setia 3 Tahun KAC di Ikuti Oleh 53 Atlet Panahan

Bagi Lasuardi, kehadiran PT. Raja Marga di desa mereka sangat membantu. Selain memberikan lahan HGU, perusahaan tersebut juga menyediakan lapangan kerja bagi warga setempat.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran PT. Raja Marga. Masyarakat tidak hanya mendapat lahan, tetapi juga kesempatan kerja,” kata Lasuardi.

Selain itu, para petani sawit pun merasakan manfaat dari perusahaan. Mereka mendapatkan bimbingan dalam menanam dan merawat tanaman sawit hingga berbuah. Buah sawit mereka pun tidak lagi kesulitan untuk dipasarkan karena langsung ditampung oleh perusahaan.

Baca Juga :  Personel Polres Aceh Jaya Raih Mendali Emas pada Pora XIV Pidie

“Kami tidak lagi susah payah mencari pembeli, karena PT. Raja Marga langsung menampung hasil kebun kami,” tambah Lasuardi.

Namun, ia menegaskan bahwa jika pihak perusahaan terus diganggu atau dipersulit, maka masyarakat akan kesulitan untuk bertahan, mengingat sulitnya saat ini bagi masyarakat kecil dalam mendapat lapangan kerja.

“Jika PT. Raja Marga terpaksa menutup operasinya, siapa yang akan mempekerjakan kami? Siapa yang akan menampung hasil sawit kami?” tanya Lasuardi dengan penuh kekhawatiran.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak anak-anak petani yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, yang kini sangat bergantung pada penghasilan orang tua mereka.

Baca Juga :  BPS Aceh Barat Evaluasi Petugas Pendataan SEP 2024

“Jika lapangan kerja hilang dan hasil sawit kami tidak lagi ditampung, bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan hidup, terutama untuk anak-anak yang sedang kuliah,” ujarnya, dengan nada penuh harap.

Lasuardi berharap agar masyarakat diberikan kemudahan, bukan justru dipersulit. Ia ingin agar PT. Raja Marga dapat kembali beroperasi agar masyarakat bisa melanjutkan aktivitas mereka dan mendapatkan penghidupan yang layak.

“Kami ingin diberi jalan yang jelas, jangan dipersulit. Dengan beroperasinya kembali PT. Raja Marga, kami dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari,” pungkas Lasuardi.

Editor: Amiruddin MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemko Langsa Usulkan 1.303 Formasi PPPK Tahun Ini

Daerah

Sinergitas PKK Gampong Lancang dan Komunitas Lingkungan Pidie Bersihkan Pantai

Daerah

Pj Gubernur Safrizal Kalungkan Medali untuk Juara Run For Resilience Peringatan Bulan PRB 2024 

Daerah

Warga Biskang Kecewa, Rapat Muspika Tidak Melahirkan Solusi

Daerah

DPRK Simeulue Ingatkan Bupati Segera Serahkan Dua Dokumen Penting Perencanaan APBK

Daerah

Langkah Cepat Penanganan Pascabencana, Mendagri Tito Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Provinsi Aceh

Daerah

Pemkab Pidie Dorong Durian Montong dan Kopi Tangse Jadi Komoditas Andalan

Daerah

Operator Kamera Belum Dibayar Usai Pra-PORA Simeulue, Anggaran Miliaran Dipertanyakan