Home / Internasional / Pemerintah

Selasa, 13 Mei 2025 - 22:22 WIB

Pasca bentrokan bersenjata di Tripoli, Kemlu RI dan KBRI Tripoli monitor dari dekat

mm Redaksi

Foto Ilustrasi. Libya memanas usai tewasnya pemimpin milisi Stability Support Authority (SSA) Abdel Ghani al-Kikli. (AFP/MAHMUD TURKIA)

Foto Ilustrasi. Libya memanas usai tewasnya pemimpin milisi Stability Support Authority (SSA) Abdel Ghani al-Kikli. (AFP/MAHMUD TURKIA)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli telah menjalin komunikasi dengan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Tripoli, Selasa.

Diketahui, tidak ada WNI yang menjadi korban dan sampai saat ini para WNI dalam keadaan aman dan tenang.

“Total tercatat terdapat 535 WNI di Libya dan sejumlah 302 orang tercatat menetap di Tripoli. Mayoritas WNI adalah pekerja migran baik pekerja profesional maupun pekerja sektor domestik. Terdapat pula WNI mahasiswa dan WNI yang menikah dg warga setempat,” Kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha, dalam keterangan tertulis, 13 Mei 2025.

Judha menyampaikan, Kemlu dan KBRI Tripoli terus mengimbau agar para WNI di Libya meningkatkan kewaspadaan, terus memonitor situasi keamanan dari otoritas setempat dan terus menjalin komunikasi dg KBRI Tripoli. Dalam situasi darurat agar segera menghubungi hotline KBRI Tripoli di nomor +218944815608.

Baca Juga :  Dirjen KSDAE : Suaka Badak Sumatera di Aceh Timur Rampung Tahun 2025

“Bagi WNI yg memiliki rencana perjalanan ke Libya agar dapat menunda perjalanannya hingga situasi kembali aman dan stabil,” Tutup Judha.

Sebelumnya, Libya memanas usai tewasnya pemimpin milisi Stability Support Authority (SSA) Abdel Ghani al-Kikli. PBB bahkan telah mendesak de-eskalasi di ibu kota negara tersebut, Tripoli.

Melansir Al Jazeera orang-orang bersenjata di Tripoli saling tembak. Pihak berwenang juga telah memberlakukan situasi darurat.

Pada Senin (12/5) malam waktu setempat, warga mendengar suara tembakan dan ledakan hebat di sejumlah lingkungan di Tripoli.

Melansir Al Jazeera, orang-orang bersenjata di Tripoli saling tembak. Pihak berwenang juga telah memberlakukan situasi darurat.

Pada Senin (12/5) malam waktu setempat, warga mendengar suara tembakan dan ledakan hebat di sejumlah lingkungan di Tripoli.

Baca Juga :  Ketua Umum LASKAR Minta Pj Wali Kota Sabang Tertibkan Seluruh Aset Daerah

“Saya mendengar suara tembakan hebat, dan saya melihat cahaya merah di langit,” ujar seorang warga yang tidak disebutkan namanya.

Warga lainnya mengatakan bahwa suara tembakan bergema di seluruh lingkungan di Abu Salim dan Salah Eddin.

Video dan gambar yang tersebar di internet memperlihatkan kepulan asap hitam di tengah suara tembakan. Ada juga gambaran orang-orang bersenjata di jalan yang konvoi memasuki kota.

Tembakan dan bentrokan kemudian melanda beberapa wilayah di Tripoli.

Al-Kikli sendiri merupakan salah satu pemimpin milisi paling berpengaruh di Tripoli. Baru-baru ini, ia terlibat dalam pertikaian dengan kelompok bersenjata.

Reporter Al Jazeera Malik Traina dari Misrata melaporkan, setidaknya enam orang terluka.

“Masyarakat marah karena setiap kali kelompok bersenjata ini bentrok, warga sipil yang menjadi korban,” ujar Traina.

Baca Juga :  Menlu RI: Gedung Pancasila, Saksi Sejarah Diplomasi Indonesia

“Ketika kelompok-kelompok ini berkelahi dan orang-orang terbunuh, tidak ada yang bertanggung jawab. Warga setempat menginginkan keadilan dan berharap pihak berwenang meminta pertanggungjawaban mereka yang berada di balik kekerasan tersebut,” tambah dia.

Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mengungkapkan kekhawatirannya dengan situasi keamanan yang berkembang di Tripoli. Pertempuran sengit dengan persenjataan berat terjadi di wilayah sipil padat penduduk.

“UNSMIL menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran dan memulihkan ketenangan, serta mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka untuk melindungi warga sipil setiap saat,” ujar UNSMIL dalam sebuah keterangan.

Kementerian Dalam Negeri GNU telah mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari pergerakan. Sementara Kementerian Pendidikan setempat telah menghentikan kegiatan belajar-mengajar di seluruh Tripoli pada Selasa (13/5).

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Boot Camp Jurnalis Pertama Pererat Hubungan Media Indonesia dengan Misi Penjaga Perdamaian

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Serahkan Bonus Juara MTQ dan FASI

Pemerintah

Keuchik Muda Abdya Ijab Qabul, Ketua FMPA berikan ucapan “Selamat bahagia”

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Buka Turnamen Oemar Diyan Cup VI

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Simak Ekspose Program Kerja OPD Tahun 2025

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Asisten II Ikut Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Dengan Kemendagri RI 

Aceh Besar

Pj Gubernur Aceh Tinjau Verifikasi Pembangunan Rumah Layak Huni di Kuta Baro dan Montasik

Aceh Barat

Hadiri Acara Peringatan HKGN 2022, Ini Pesan Bupati Aceh Barat H. Ramli MS