Home / Pemerintah / Pemerintah Aceh / Simeulue

Jumat, 25 Juli 2025 - 09:53 WIB

Belum Sebulan Diperbaiki, Jalan Nasional Jalur Dua di Simeulue Kembali Berlubang

Argamsyah

Kondisi jalan yang berlubang di jalur dua tepatnya desa Suak Buluh kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Foto:Dok. Argam/Noa.co.id.

Kondisi jalan yang berlubang di jalur dua tepatnya desa Suak Buluh kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Foto:Dok. Argam/Noa.co.id.

Simeulue – Belum genap sebulan sejak dilakukan perbaikan, kondisi Jalan Nasional jalur dua di Kota Sinabang kembali memprihatinkan. Jalan utama yang baru saja diperbaiki dengan metode tambal sulam atau yang akrab disebut warga sebagai “aspal tempel” kini sudah berlubang lagi, Jumat (25/7/2025).

Pantauan Noa.co.id dan menjadi sorotan masyarakat yang melintasi jalur tersebut setiap hari. Seorang pengendara bermotor yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas perbaikan jalan yang dilakukan.

Ia berharap pemerintah ke depan dapat lebih serius dalam melakukan perbaikan, terutama di ruas jalan yang berada di pusat kota. Dimana, setiap rutin aktivitas masyarakat melintas di jalan tersebut.

Baca Juga :  PT Raja Marga dan Lahan Sawit ‘Gelap’ Praktik Ilegal yang Mengancam Masa Depan

“Kami berharap agar anggaran yang diturunkan tidak terbuang sia-sia. Kalau mau memperbaiki, jangan hanya dengan aspal tempel seperti itu. Tidak tahan lama, baru beberapa minggu sudah rusak lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, metode perbaikan seperti itu tidak hanya menghamburkan anggaran, tetapi juga menambah kerusakan. Ia menyebut bahwa hampir setiap tahun dilakukan perbaikan dengan pola yang sama dan menghabiskan dana hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah, namun hasilnya tetap mengecewakan.

Baca Juga :  Warga Pertanyakan Janji Perbaikan Tiga Jembatan Rusak di Kecamatan Teupah Tengah

“Daripada memperbaiki berkali-kali, lebih baik sekali dikerjakan secara menyeluruh dari nol. Gunakan aspal berkualitas seperti aspal beton agar lebih awet dan tidak membuang-buang anggaran,” pintanya.

Ia juga menambahkan bahwa jika diakumulasikan, dana yang dikeluarkan setiap tahun untuk perbaikan tambal sulam sebenarnya sudah cukup untuk pembangunan jalan permanen dengan spesifikasi lebih tinggi.

Baca Juga :  Baju Khas Pidie Diluncurkan

“Bayangkan berapa banyak anggaran yang sudah keluar setiap tahunnya. Kalau dialihkan untuk membangun jalan dengan aspal beton, bisa bertahan puluhan tahun. Ini baru sebulan sudah berlubang lagi dan bikin masyarakat kecewa,” tegasnya.

Kondisi itu, diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh serta instansi terkait. Masyarakat meminta agar perencanaan dan pelaksanaan proyek perbaikan infrastruktur dilakukan secara menyeluruh bukan sekadar proyek tahunan yang hanya bertahan sementara.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Kejati Aceh Gelar FGD Rancangan Peraturan Kejaksaan Tentang Pedomam Qanun Aceh

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Gelar Rakor Evaluasi Kabupaten Layak Anak

Nasional

Mendagri Persilakan Pj Gubernur Tetapkan APBA 2024 melalui Pergub

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Terima KPPN Award TKD Sangat Baik

Nasional

Mendagri Dorong Kepala Daerah Susun Program Dukungan Penggunaan Bahasa Indonesia

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Apresiasi Telkom Indonesia Bantu Sumur Suntik untuk Pertanian di Pulo Aceh

Nasional

Pemerintah Percepat Distribusi Bantuan ke Aceh: TNI Kerahkan Pesawat dan Helikopter untuk Jatuhkan Logistik

News

Khidmad dan Penuh Keakraban Halal bi Halal Bersama Wagub Fadhlullah