Home / Internasional / Peristiwa

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 13:43 WIB

14 ABK Indonesia diamankan APMM, KBRI Kuala Lumpur Upayakan akses kekonsuleran

mm Redaksi

Penangkapan kapal kargo dengan 14 awak kapal (ABK) Indonesia oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). (Foto : Dok. Bernama).

Penangkapan kapal kargo dengan 14 awak kapal (ABK) Indonesia oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). (Foto : Dok. Bernama).

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memantau penangkapan kapal kargo dengan 14 awak kapal (ABK) Indonesia oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan, Penangkapan terjadi pada tanggal 22 Agustus 2025 di sekitar perairan Selangor.

“KBRI telah melakukan kontak dengan APMM untuk meminta konfirmasi penangkapan, detil data awak WNI dan akses kekonsuleran,” Kata Judha melalui pesan singkat kepada Kantor Berita NOA.co.id, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Baca Juga :  Bendera Bulan Bintang Berkibar, Rizki : Pemerintah pusat Khianati Aceh

Sambungnya, APMM menyampaikan bahwa proses investigasi masih berlangsung hingga saat ini.

“APMM menjanjikan akan segera bersurat secara resmi kepada KBRI Kuala Lumpur,” Ujarnya

Sebelumnya, dilansir dari Bernama (22/8), Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) cabang Selangor menahan sebuah kapal kargo perdagangan barter yang berlabuh tanpa izin di perairan negara itu.

Baca Juga :  KemenP2MI bersama KBRI Den Haag Petakan Peluang Pengiriman Pekerja Migran ke Belanda

Kapten Maritim Abdul Muhaimin Muhammad Salleh, mengatakan kapal kargo itu ditahan pada pukul 12.30 siang di 0,6 mil laut barat daya.

la mengatakan kapten kapal dan 14 awak kapal, semuanya warga negara Indonesia berusia antara 36 dan 56 tahun dan memiliki dokumen identitas yang sah.

“Kapten kapal tersebut tidak dapat menunjukkan izin berlabuh dan diduga telah melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 491B (1) (1) Ordonansi Pelayaran Niaga 1952 karena berlabuh tanpa izin dari direktur jenderal Departemen Kelautan Malaysia (JLM).

Baca Juga :  Diplomasi Kemlu RI Berhasil Pulangkan WNI Selebgram yang Ditahan di Myanmar

“Perintah penahanan dikeluarkan terhadap kapal tersebut, sementara kapten dan teknisi kedua kapal dibawa ke kantor MMEA negara bagian,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Abdul Muhaimin mengatakan MMEA akan mengambil tindakan yang tepat terhadap pihak mana pun yang melanggar hukum maritim negara ini.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Ekbis

Perkuat Jejak Global di Arab Saudi, BSI Matangkan Operasional Kantor Cabang Luar Negeri untuk Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah Indonesia

Peristiwa

Disambar Mopen, Pengendara Sepmor Meninggal

Nasional

Percepat Persiapan Pemasangan EWS, BNPB Intensifkan Koordinasi Lintas Sektor di Sumatra Barat

Internasional

WNI Jadi Korban Razia Imigrasi AS, Berikut Penjelasan Kemlu RI

Peristiwa

Polisi Tangkap Empat Orang Sedang Asyik Isap Ganja di Taman Meuraxa

Internasional

Meninggal saat menyelam, Imigrasi Aceh kawal pemulangan jenazah turis Malaysia dari Sabang

Peristiwa

Susoh Beach Island Digagas, Begini Respon Ketua HIPMI Abdya

Hukrim

Sinergi Regional Antikorupsi, KPK Serahkan Kepemimpinan ASEAN-PAC ke MACC