Home / Pendidikan

Jumat, 31 Oktober 2025 - 17:37 WIB

Mafindo Aceh dan Politeknik Venezuela Bekali Mahasiswa dengan Literasi Kecerdasan Buatan Melalui Program AI Ready ASEAN

mm Redaksi

Mafindo Aceh dan Politeknik Venezuela selenggarakan AI Ready ASEAN untuk bekali mahasiswa dengan literasi kecerdasan buatan dan keterampilan masa depan, Kamis (30/10/2025). Foto: Dok. Mafindo Aceh

Mafindo Aceh dan Politeknik Venezuela selenggarakan AI Ready ASEAN untuk bekali mahasiswa dengan literasi kecerdasan buatan dan keterampilan masa depan, Kamis (30/10/2025). Foto: Dok. Mafindo Aceh

Banda Aceh – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Aceh bekerja sama dengan Politeknik Venezuelasukses menggelar kegiatan edukatif bertajuk AI Ready ASEAN, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 110 mahasiswa dari berbagai program studi dengan tujuan membekali generasi muda Aceh dengan pengetahuan dasar tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Koordinator Wilayah Mafindo Aceh, Destika Gilang Lestari, menjelaskan bahwa AI Ready ASEAN merupakan bagian dari kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org yang bertujuan meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan pesat teknologi AI di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga :  Tancap Gas, BLUD SMKN 1 Sabang Latih Siswa Memproduksi Produk Unggulan

“Program ini dijalankan di 10 negara ASEAN dan menargetkan pemberdayaan lebih dari 5,5 juta warga melalui pelatihan keterampilan berbasis AI,” ujar Destika.

Di Indonesia, program AI Ready ASEAN menggandeng sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), seperti Mafindo, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras.

Sementara itu, Direktur Politeknik Venezuela, Dr. Reza Salima, menyebut pelatihan ini sangat penting bagi mahasiswa karena dunia kerja dan pendidikan kini semakin bergantung pada teknologi berbasis AI.

Baca Juga :  Pelajar Diusir Warga Saat Merokok Ditengah Sawah

“Mau tidak mau kita harus memahami dan mengikuti perkembangan teknologi. Dengan AI, pekerjaan bisa menjadi lebih efisien. Kami berharap kegiatan ini berlanjut, termasuk pelatihan bagi dosen agar bisa menjadi trainer AI Ready ASEAN,” kata Reza.

Lebih lanjut, Destika menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga guru dan orang tua. Kurikulum AI Ready ASEAN mencakup empat kategori utama, yakni AI Fundamental (Dasar AI), AI Usage & Implementation (Penggunaan dan Implementasi AI), AI Ethic, Privacy & Security (Etika, Privasi, dan Keamanan AI), serta Teaching About AI (Mengajar tentang AI).

Baca Juga :  Kadisdik Aceh, Kolaborasi SMK dan Industri Kunci Lulusan Siap Kerja, Sertifikasi Guru Jadi Prioritas

Peserta juga mendapat akses ke platform Learning Management System (LMS) di institute.mafindo.or.id, yang memungkinkan mereka mempelajari materi secara fleksibel dan berkelanjutan.

Program AI Ready ASEAN ini merupakan inisiatif strategis Mafindo dan ASEAN Foundation untuk memperkuat literasi digital dan keterampilan AI bagi generasi muda, pendidik, serta pendamping anak muda di seluruh Indonesia.

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

KNPI Dukung Pemkab Bener Meriah Lanjutkan Pembangunan SDN Sepeden di Lahan Baru

Daerah

Siswa SMKN 1 Bireuen Unjuk Karya Nyata Lewat Pelatihan MTU, dari Pot Bunga Beton Hingga Lemari Siap Pakai

Aceh Barat

Berikan Pendidikan Terbaik, Bunda Paud Aceh Barat Buka Lomba Senam Anak-Anak

Aceh Barat Daya

Cabdin dan Kadisdik Aceh Diberi Waktu Satu Pekan Untuk Buat Jalan Sendiri

Pendidikan

Kuliah Umum “Kontribusi Al Washliyah dalam Penguatan Riset dan Produk Halal” Hadirkan Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah di Banda Aceh

Daerah

Satpol PP WH Banda Aceh Pulangkan Pelajar Bolos, Orang Tua Langsung Dilibatkan

Pendidikan

Disdik Aceh Gelar Reuni Mantan Kadisdik dan Peluncuran Buku Holistika Pendidikan Aceh

Pendidikan

Pemerintah Aceh Berikan Penghargaan Pada Malam Puncak HGN 2021