Home / Pendidikan

Jumat, 7 November 2025 - 20:51 WIB

Generasi Muda Aceh Dilatih Jadi Duta Kewaspadaan Bencana Lewat Literasi Sains

mm Redaksi

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, dalam sambutannya saat penutupan kegiatan di Gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (7/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, dalam sambutannya saat penutupan kegiatan di Gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (7/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Puluhan pelajar SMA dari berbagai daerah di Aceh mengikuti kegiatan TDMRC USK In Saintek 2025 dengan tema “Literasi Sains untuk Ketangguhan Bencana” yang berlangsung sejak 4 hingga 7 November 2025 di berbagai lokasi, termasuk kawasan rawan bencana di Neuheun, Krung Raya, Aceh Besar.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan World Tsunami Awareness Day ini menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami sains kebencanaan secara langsung. Melalui simulasi, diskusi, dan kegiatan lapangan, para peserta diajak menumbuhkan kesadaran dan keterampilan dalam menghadapi potensi bencana di daerah masing-masing.

Baca Juga :  Pangdam IM : Guru Merupakan ujung tombak dalam membentuk karakter Bangsa

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, dalam sambutannya saat penutupan kegiatan di Gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (7/11/2025), menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan harus menjadi bagian penting dari literasi sains di sekolah.

“Aceh adalah daerah dengan risiko bencana yang tinggi. Karena itu, penting bagi anak-anak kita untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menjadi pelopor kewaspadaan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujar Murthalamuddin.

Baca Juga :  Komisi VI DPRA Tinjau Sarana dan Prasarana Pendidikan di Aceh Tamiang

Ia menambahkan, kegiatan seperti Disaster Science Camp ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang tangguh, berpengetahuan, dan peduli terhadap keselamatan lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, pelajar Aceh harus mampu menjadi “Duta Kewaspadaan Bencana” yang menularkan pengetahuan kebencanaan kepada teman-teman di sekolah dan warga di sekitar mereka.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Anak-anak yang telah ikut pelatihan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun budaya sadar bencana,” tambahnya.

Baca Juga :  2.401 Peserta Mandiri Lulus di Universitas Syiah Kuala

Murthalamuddin juga mengajak seluruh pihak, baik lembaga pendidikan, pemerintah daerah, maupun masyarakat, untuk memperkuat kerja sama dalam mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam kegiatan sekolah.

“Ilmu saja tidak cukup tanpa tindakan nyata. Sekolah harus menjadi tempat menumbuhkan kepekaan dan keterampilan menghadapi bencana. Dari sinilah Aceh bisa melahirkan generasi yang tangguh, berilmu, dan berempati,” tegasnya.

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekbis

BI Mengajar Cetak Generasi Muda Aceh Melek Kebanksentralan

Banda Aceh

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Aceh Gelar Gerakan Nasional Cerdas

Kesehatan

Soal Vaksinasi, Fauzan Azima: Pemimpin Itu Harus Tegas

Pemerintah Aceh

SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed Terima Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2025-2026

Pemerintah

Kadisdik Aceh: Wujudkan Sekolah Vokasi Berkualitas dan Tingkatkan Mutu Lulusan SMA dan SMK

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Beri Fleksibilitas Jam Kerja ASN untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Nasional

Wamen; Sekolah Garuda Transformasi di SMAN 10 Fajar Harapan Momentum Penting Bangkitnya Pendidikan Aceh

Internasional

IMPACT Perkuat layanan kebidanan Tekan Angka Kematian Ibu di Indonesia