Home / Aceh Barat Daya

Jumat, 28 November 2025 - 23:21 WIB

Bupati Aceh Barat Daya: “Saya Ganti, Tidak Ada Kompromi”

mm Teuku Nizar

Doa dan dzikir bersama untuk korban terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatera pada kegiatan penutupan pekan kreativitas pendidikan Aceh Barat Daya. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Doa dan dzikir bersama untuk korban terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatera pada kegiatan penutupan pekan kreativitas pendidikan Aceh Barat Daya. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Bupati Aceh Barat Daya, Safaruddin, menyatakan kekecewaan mendalam atas ketidakhadiran banyak Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) saat penutupan Pekan Kreativitas Pendidikan Aceh Barat Daya yang dirangkai dengan kegiatan doa dan zikir bersama di halaman Kantor Bupati setempat, Jumat (28/11/2025).

Dalam sambutannya di hadapan ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan, Bupati Safaruddin menegaskan bahwa ketidakhadiran pejabat daerah dalam agenda resmi pemerintah merupakan bentuk ketidakdisiplinan yang tidak dapat ditoleransi.

Ia bahkan mengancam akan mengevaluasi dan mengganti para kepala SKPK yang tidak mengindahkan perintah untuk hadir.

“Saya sudah perintahkan teman-teman SKPK, Camat dan Keuchik untuk ikut shalat berjamaah bersama kdi pendopo. Saya pastikan saya akan saya absen. Kalau hari ini saya lihat Camat sudah ada yang tidak mau hadir, SKPK sudah mulai tidak hadir, siap-siap bisa saya ganti. Kalau saya sudah bicara di atas panggung, itu sebuah perintah yang akan saya lakukan. Saya tidak pernah main-main untuk urusan ini, tidak ada kompromi,” tegas Bupati Safaruddin dengan nada serius.

Pernyataan keras tersebut sontak mengejutkan sejumlah undangan yang hadir. Namun bagi Safaruddin, kedisiplinan aparatur pemerintahan merupakan fondasi utama tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, seorang pimpinan SKPK tidak hanya berkewajiban menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi contoh dalam setiap kegiatan yang menyangkut kepentingan publik dan wibawa pemerintah daerah.

Baca Juga :  Seribuan Muda-Mudi Kecamatan Susoh Ngopi Bersama SARAN

Bupati juga menilai bahwa kehadiran pejabat pada kegiatan penutupan Pekan Kreativitas Pendidikan yang dilakukan dengan doa dan dzikir bersama untuk para korban bencana di Aceh dan Sumatera itu bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan moral dan institusional terhadap dunia pendidikan di Aceh Barat Daya.

Di tengah kekecewaannya terhadap sejumlah kepala SKPK, Bupati Safaruddin menyampaikan apresiasi khusus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat Daya yang telah sukses menyelenggarakan Pekan Kreativitas Pendidikan perdana di daerah tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan seluruh panitia yang telah berupaya menyukseskan kegiatan ini. Ini adalah uji coba pertama, mudah-mudahan semangat para pelajar semakin tumbuh setelah mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan konsep yang terus dikembangkan. Menurutnya, Pekan Kreativitas Pendidikan bukan hanya ajang perlombaan akademik, tetapi juga ruang strategis untuk menyalurkan bakat, inovasi, dan kreativitas pelajar.

“Bicara tentang pekan kreativitas pelajar ini bukan hanya bicara lomba bidang studi, tapi bagaimana inovasi dan kreativitas anak-anak kita bisa dihadirkan. Harapan kita adalah bagaimana meretas pendidikan Aceh Barat Daya, bukan hanya mengejar nilai akademik, tetapi membentuk generasi terampil, berinovasi, dan kreatif,” tambahnya.

Baca Juga :  Tim Survei PLN Akan Cek Kabel Listrik yang Menjuntai di Desa Meudang Ara

Bupati juga menekankan pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas peserta didik, sehingga kemajuan pendidikan berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Safaruddin turut menyampaikan empati atas musibah yang menimpa sejumlah wilayah di Aceh.

Ia mengapresiasi aksi donasi yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dan berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Di tengah duka ini, kita juga menghaturkan rasa empati kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Tadi kita sudah melakukan donasi, mudah-mudahan bisa meringankan beban mereka,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh jajaran pemerintah, kecamatan dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh, kata dia, terdapat potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

“Saya minta para camat untuk selalu siap siaga dan melakukan antisipasi. Kita harus siap terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk terus memperkuat doa dan zikir sebagai ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan.

Baca Juga :  Hasil Rapat Koordinasi Bersama, Berikut Besaran Zakat Fitrah di Kabupaten Aceh Barat Daya

Penutupan Pekan Kreativitas Pendidikan Aceh Barat Daya turut dihadiri oleh Wakil Bupati Zaman Akli, perwakilan anggota DPRK, Ketua TP PKK Aceh Barat Daya, perwakilan Polres, Dandim 0110, Kajari, serta sejumlah kepala SKPK dan stakeholder terkait.

Ratusan masyarakat, pelajar, dan tenaga pendidik tampak memadati lokasi doa dan dzikir sejak sore hari hingga malam.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Aceh Barat Daya, sekaligus panggung evaluasi bagi kinerja aparatur pemerintahan daerah.

Ketegasan Bupati dalam menyoroti disiplin pejabat publik dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintahan saat ini menuntut komitmen, loyalitas, dan tanggung jawab penuh dari seluruh jajaran.

Sikap tegas tersebut juga menegaskan bahwa Bupati Safaruddin tidak ingin agenda pendidikan hanya menjadi seremonial, melainkan benar-benar didukung oleh seluruh unsur pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa setiap pejabat memiliki tanggung jawab moral terhadap kemajuan daerah, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Dengan berakhirnya Pekan Kreativitas Pendidikan Aceh Barat Daya, pemerintah daerah berharap lahir generasi pula yang siap berkompetisi, berinovasi, dan membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Namun di sisi lain, peringatan keras Bupati menjadi pengingat bahwa reformasi kedisiplinan birokrasi juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh ditunda.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Mantan Wali Kota Subulussalam Meninggal, Wabup Abdya Sampaikan Belasungkawa

Aceh Barat Daya

Dihadapan Mualem, Heri Sunanda Sebut Rumoh Pemenangan Untuk Memenangkan Partai Aceh

Aceh Barat Daya

Sumbang Emas di PON, Tapi Tak Dihargai: Cabor Anggar Abdya Mundur dari Pra PORA 2025

Aceh Barat Daya

Barsela Cup III, Polres Abdya Siagakan Personil

Aceh Barat Daya

Aesco VI dan Milad ke-47 MAN InovaMustiari Komit Dukung Gelaran AESCO ke-VII

Aceh Barat Daya

Panwaslih dan Gakkumdu Diminta Proses ASN Terlibat Politik Praktis 

Aceh Barat Daya

Buka Barsela Cup, Safaruddin: Tidak Ada Unsur Politik

Aceh Barat Daya

Hadiri Lokakarya Mukim di Abdya, Wali Nanggroe: Keberadaan Mukim Harus Dirasakan Masyarakat