Home / Nasional

Rabu, 17 Desember 2025 - 09:58 WIB

Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Rumah Huntap untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

mm Redaksi

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Dr. Ir. Zulkifli, M.Si, dan para Kepala SKPA/Biro terkait mengikuti Rapat Koordinasi Hunian Sementara (HUNTARA) dan Hunian Tetap (HUNTAP) bersama Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Pemukiman RI, Maruarar Sirait, S.IP, beserta Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, SH, MH, dan peserta lainnya secara virtual, di Ruang Rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Selasa, (16/12/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Dr. Ir. Zulkifli, M.Si, dan para Kepala SKPA/Biro terkait mengikuti Rapat Koordinasi Hunian Sementara (HUNTARA) dan Hunian Tetap (HUNTAP) bersama Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Pemukiman RI, Maruarar Sirait, S.IP, beserta Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, SH, MH, dan peserta lainnya secara virtual, di Ruang Rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Selasa, (16/12/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pembangunan 1.000 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi warga Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor. Bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, usai mengikuti rapat video konferensi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) pada Selasa malam, 16 Desember 2025. Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Baca Juga :  Rela bayar pembuatan paspor Rp 10 Juta demi ke Kamboja, Satu CPMI Ilegal Diamankan BP3MI Kepri

M. Nasir menjelaskan, pembangunan 1.000 unit huntap ini merupakan tahap awal pemulihan pascabencana bagi masyarakat Aceh yang terdampak cukup parah.

“Ini merupakan bentuk solidaritas Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat Aceh yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan longsor,” ujar M. Nasir.

Baca Juga :  Bakamla RI - Indian Coast Guard Gelar Passing Exercise di Laut Jawa

Ia merinci, dari total 1.000 unit rumah yang akan dibangun, sebanyak 722 unit dialokasikan untuk Kabupaten Aceh Utara, sementara 278 unit lainnya untuk Kabupaten Aceh Tamiang.

Pemerintah daerah, lanjut M. Nasir, akan bertanggung jawab menyediakan lahan pembangunan serta mendukung kelengkapan infrastruktur penunjang. Pembangunan huntap tidak hanya mencakup unit rumah, tetapi juga fasilitas dasar seperti akses jalan, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih agar warga dapat langsung menempati hunian dengan layak.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Distribusi Bantuan ke Aceh: TNI Kerahkan Pesawat dan Helikopter untuk Jatuhkan Logistik

“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia agar masyarakat dapat segera memulai kehidupan baru yang lebih aman dan nyaman,” jelasnya.

Meski baru tahap pertama, Sekda Aceh menyambut baik bantuan tersebut dan mendorong seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses pembangunan agar huntap dapat segera dihuni oleh warga yang membutuhkan.

“Sisanya akan dibangun melalui sumber pendanaan APBN atau dukungan lembaga lainnya untuk kabupaten/kota yang juga terdampak,” pungkas M. Nasir.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Kapolri: Ada 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Nasional

Kementerian P2MI Targetkan penempatan Pekerja Migran Tahun 2025 sebesar 425 ribu orang

Nasional

Hari jadi Imigrasi Ke-75, Menteri Agus: Sederhanakan Seremoni Fokus Program Penting

Nasional

Polri Diapresiasi karena Berhasil Amankan Mudik Lebaran

Nasional

Jaksa Agung : Selalu Menjaga Marwah Kejaksaan dan Public Trust  

Hukrim

Sepanjang Tahun 2024, KPK Jerat 363 Legislator dan 201 Kepala Daerah

Nasional

Kemenhut Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan Raja Ampat

Nasional

Mendagri Tegaskan Kepala Daerah Wajib Perhatikan Pertumbuhan Ekonomi