Home / Internasional / Pemerintah

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:59 WIB

Indonesia Terpilih Sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026

Farid Ismullah

Gambaran umum dari pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia. (Foto : NOA.co.id/HO-UN Photo/UN Indonesia/Jean-Marc Ferré).

Gambaran umum dari pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia. (Foto : NOA.co.id/HO-UN Photo/UN Indonesia/Jean-Marc Ferré).

Jakarta – Dewan Hak Asasi Manusia PBB (Badan utama pelindung kelompok rentan di seluruh dunia) telah memilih seorang diplomat Indonesia sebagai Presiden untuk periode 2026, yang menandai sejarah baru bagi negara ini.

Sesuai dengan aturan Dewan HAM PBB, presiden ditunjuk untuk masa jabatan satu tahun oleh 47 Negara Anggota, yang berpusat di Jenewa.

Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro kini akan memimpin persidangan di forum PBB tersebut setelah dinominasikan sebagai calon tunggal dari kelompok Asia-Pasifik, yang pada periode ini mendapat giliran untuk mengajukan pemimpin bagi Dewan tersebut.

Anggota lain dari blok regional ini meliputi Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Baca Juga :  Ketua Pembina DWP Aceh Barat Afrinda Novalia Tarmizi Ajak Jaga Kebersihan

Menggantikan Swiss

Bapak Suryodipuro menggantikan Presiden tahun sebelumnya, Jurg Lauber dari Swiss; Duta Besar Indonesia tersebut kini akan memegang palu sidang pada tiga sesi Dewan yang telah dijadwalkan pada akhir Februari, Juni, dan September.

Bapak Suryodipuro juga akan mengawasi peninjauan rekam jejak HAM Negara-Negara Anggota Dewan – sebuah prosedur yang dikenal sebagai Mekanisme Tinjauan Periodik Universal (Universal Periodic Review).

Pasca pengukuhannya pada hari Kamis, Bapak Suryodipuro menegaskan bahwa Indonesia telah menjadi pendukung kuat Dewan HAM sejak awal pembentukannya 20 tahun lalu, serta pendahulu forum Jenewa tersebut, yaitu Komisi Hak Asasi Manusia (Human Rights Commission).

“Keputusan kami untuk melangkah maju berakar pada Undang-Undang Dasar 1945 dan itu selaras dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB yang mengamanatkan Indonesia untuk berkontribusi pada perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” katanya kepada para delegasi.

Baca Juga :  Operator Kamera Belum Dibayar Usai Pra-PORA Simeulue, Anggaran Miliaran Dipertanyakan

Pada pertemuan yang sama, para delegasi juga menyepakati penunjukan kandidat Ekuador, Duta Besar Marcelo Vázquez Bermúdez, sebagai Wakil Presiden Dewan HAM PBB untuk tahun 2026.

Krisis Global yang Mengakar Dalam

Meskipun Bermúdez merupakan kandidat tunggal dari kelompok negara-negara Amerika Latin dan Karibia, pencalonannya tidak didukung oleh Bolivia maupun Kuba, yang menyatakan memisahkan diri dari pemilihan tersebut.

Dalam sambutannya di rapat organisasi Dewan, perwakilan Kolombia María Juliana Tenorio Quintero menyoroti latar belakang geopolitik yang tegang saat ini, dalam konteks “krisis global yang mengakar dalam”.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Barat Segera Restrukturisasi BUMD Pakat Beusare dan Tirta Meulaboh Mahdi Efendi: Harus Semakin Produktif dan Profesional

“Kita sekarang menyaksikan kembalinya ancaman dan penggunaan kekerasan sebagai cara mengelola hubungan internasional tanpa mempertimbangkan dampak nyata terhadap situasi internasional, dan hal ini mengancam sistem yang selama lebih dari delapan dekade telah menjadi penting dalam mencegah perang dunia ketiga,” katanya.

Pada momen “bersejarah” ini, Quintero mendesak seluruh delegasi untuk memastikan “kepatuhan mutlak” terhadap hukum Hak Asasi Manusia. “Kita harus bertindak sesuai dengan hukum Hak Asasi Manusia internasional, hukum humaniter internasional, dan hukum internasional secara keseluruhan,” tegasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Imigrasi Sabang Hadirkan Layanan Paspor di Pelabuhan Balohan, Berikut Jadwalnya  

Pemerintah

Pj. Bupati Simeulue Serahkan SK Remisi Kepada 75 Warga Binaan Lapas Kelas III Sinabang

Internasional

Demi menjaga Kinerja Ekspor Matras Indonesia, Kemendag Fasilitasi Verifikasi Penyelidikan Antisubsidi oleh Otoritas AS

Pemerintah

Pj Gubernur Ajak PWI Bersinergi Sukseskan PON XXI dan Pilkada 2024

Aceh Barat

Rp2,6 Triliun Dibutuhkan untuk Pembangunan Infrastruktur di Aceh Barat, Bupati Tarmizi Optimis

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Launching KBN Polresta Banda Aceh di Gampong Pasie Lubuk

Pemerintah

Tujuh Hari Kirab Api PON XXI, 15 Kabupaten/Kota telah Dilalui

Aceh Besar

Disdukcapil Aceh Besar Bahas Perubahan Renja OPD Tahun 2025