Banda Aceh — Sebanyak 36 mustahik dari berbagai kabupaten/kota di Aceh menerima bantuan kaki palsu dari Baitul Mal Aceh (BMA). Penyerahan sekaligus pemasangan kaki palsu tersebut berlangsung di Multazam 2 Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Selasa (6/01/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muallem, Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk H Muhammad Yunus M Yusuf, SH, Plt Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Didi Setiadi, Plt Direktur RSUDZA, dr Hanif, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk H Muhammad Yunus M Yusuf, SH atau yang akrab disapa Abon Yunus, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program bantuan kaki palsu ini merupakan hasil kerja sama antara Baitul Mal Aceh dan RSUDZA yang telah berjalan sejak tahun 2024.
“Dana zakat yang dianggarkan untuk program bantuan kaki palsu ini sebesar Rp2 miliar. Adapun realisasi yang telah disalurkan saat ini mencapai Rp600 juta untuk 36 penerima,” ujar Abon Yunus.
Abon Yunus menambahkan, ke depan pihaknya akan berupaya agar anggaran yang telah dialokasikan dapat disalurkan secara maksimal, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap alat bantu tersebut.
“Karena program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, kami akan berusaha agar dana yang telah dianggarkan bisa tersalurkan sepenuhnya,” katanya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para penerima bantuan agar tetap percaya diri dan tidak merasa minder.
“Saudara-saudara kami mungkin ditakdirkan dalam kondisi keterbatasan fisik, namun di mata Allah kita semua sama. Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga memberi harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” tutur Abon Yunus.
Pada kesempatan tersebut, Abon Yunus turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua TP PKK Aceh dan jajaran yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut.
“Insha Allah, Baitul Mal Aceh siap bekerja lebih baik dan lebih maksimal dengan dukungan TP PKK Aceh,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUDZA, dr Hanif, menjelaskan bahwa program bantuan kaki palsu dari Baitul Mal Aceh telah berjalan sejak 2024 dengan penyaluran sebanyak 20 unit, dan pada tahun 2025–2026 bertambah menjadi 36 unit.
Menurutnya, jumlah kaki palsu yang dapat diproduksi RSUDZA saat ini masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat Aceh, meskipun dukungan anggaran dari Baitul Mal Aceh tergolong besar.
“Kami baru mampu memproduksi sesuai dengan jumlah yang diserahkan hari ini. Ke depan, kami berharap kapasitas produksi bisa ditingkatkan, karena kebutuhan kaki palsu di Aceh cukup tinggi dan harganya relatif mahal,” ujar dr Hanif.
Ia menegaskan bahwa program bantuan kaki palsu ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan tidak mampu membeli secara mandiri.
Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muallem, berharap ke depan jumlah penerima bantuan dapat ditingkatkan.
“Kami berharap Baitul Mal Aceh dapat menyiapkan anggaran yang lebih besar sehingga minimal 100 orang bisa mendapatkan bantuan kaki palsu,” katanya.
Salah seorang penerima bantuan, Pocut Zahara Phonna (40), mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Baitul Mal Aceh atas bantuan yang diterimanya.
“Bantuan ini sangat membantu aktivitas sehari-hari saya. Apalagi saya sudah menggunakan kaki palsu sejak 2017 dan memang membutuhkan penggantian yang baru,” ujarnya.
Ia pun mengaku bangga dan bersyukur atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih kepada Baitul Mal Aceh. Kami sangat senang dan bersyukur atas bantuan ini,” pungkas Pocut.
Editor: Amiruddin. MK









