Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah antisipatif menghadapi kondisi cuaca ekstrem, potensi kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Aceh Barat, Rabu (28/1/2026).
Tarmizi menyampaikan, BNPB dijadwalkan akan mengirimkan dua unit pesawat untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh Barat. Upaya ini dilakukan sebagai ikhtiar meningkatkan curah hujan apabila terdapat awan yang memenuhi persyaratan.
“Jika terdapat awan, maka OMC dapat dilakukan. Namun apabila tidak ada awan, tentu modifikasi cuaca tidak bisa dilaksanakan,” ujar Tarmizi.
Ia menjelaskan, OMC dilakukan dengan metode cloud seeding atau penyemaian awan, yakni menaburkan garam ke awan sesuai koordinat yang telah ditentukan. Garam bersifat higroskopis sehingga mampu menarik molekul air di sekitarnya hingga membentuk butiran hujan.
“Penyemaian awan ini diharapkan dapat mempercepat dan meratakan turunnya hujan, sehingga risiko kekeringan serta potensi terjadinya karhutla dapat diminimalkan,” jelasnya.
Selain dukungan pesawat OMC, BNPB juga akan membantu sejumlah peralatan pendukung, seperti pompa air, guna memperkuat penanganan di lapangan.
Tarmizi menambahkan, apabila hasil modifikasi cuaca belum menghasilkan hujan yang signifikan, BNPB juga siap memberikan dukungan helikopter untuk melakukan penyiraman langsung di wilayah yang membutuhkan.
Editor: Amiruddin. MK









