Banda Aceh — Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas penyaluran dana bantuan kemasyarakatan untuk pembelian sapi meugang bagi 19 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi dan gempa di Aceh.
Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan yang sebelumnya disampaikan langsung oleh Mualem kepada Presiden, serta kepada sejumlah pejabat pemerintah pusat, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden merespons dengan cepat permintaan masyarakat Aceh. Bantuan dana untuk pembelian sapi meugang telah ditransfer langsung ke daerah. Atas nama Pemerintah dan rakyat Aceh, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden,” ujar Mualem dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Mualem menjelaskan, tradisi meugang merupakan bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Aceh, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Setelah melihat langsung tingkat kerusakan akibat bencana yang cukup parah di sejumlah wilayah, serta mempertimbangkan semakin dekatnya momentum meugang dan Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Aceh segera mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat.
Ia bersyukur, atas arahan Presiden, dana bantuan tersebut telah ditransfer langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing kabupaten/kota terdampak.
Gubernur juga menegaskan kepada para bupati dan wali kota agar segera merealisasikan pembelian sapi sesuai dengan alokasi dana yang telah diterima. Penyaluran bantuan diminta dilakukan secara merata, tertib, dan tepat sasaran, dengan prioritas bagi warga terdampak bencana serta masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.
Penyaluran bantuan tersebut ditargetkan rampung paling lambat satu hari sebelum Ramadhan 1447 Hijriah.
Mualem berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana serta menghadirkan kebahagiaan bagi warga Aceh dalam menyambut tradisi meugang dan bulan suci Ramadhan.
Editor: Amiruddin. MK











