Home / Parlementaria / Pemko Banda Aceh

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:57 WIB

Satu Tahun Kepemimpinan Illiza Saaduddin Djamal–Afdhal Khalilullah, DPRK Nilai Banda Aceh Makin Dikenal Dunia

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal berfoto bersama Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, usai agenda resmi di Gedung DPRK Banda Aceh, Sabtu (21/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal berfoto bersama Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, usai agenda resmi di Gedung DPRK Banda Aceh, Sabtu (21/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, pasangan Illiza Saaduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk legislatif.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, yang menilai Kota Banda Aceh semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional selama satu tahun terakhir.

Pasangan Illiza–Afdhal resmi dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, pada 12 Februari 2025 dalam rapat paripurna DPRK Banda Aceh. Sejak pelantikan tersebut, berbagai program pembangunan dan kolaborasi lintas sektor mulai dijalankan sebagai bagian dari visi menjadikan Banda Aceh sebagai kota kolaboratif dan religius.

Baca Juga :  Firman Soebagyo Soroti Tantangan Petani dan Desak Penguatan Dukungan Pemerintah

“Dalam satu tahun pemerintahan Illiza-Afdhal, Kota Banda Aceh semakin Dithe le Donya atau semakin dikenal oleh dunia,” ujar Tuanku, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, indikator itu terlihat dari meningkatnya kunjungan tokoh nasional maupun internasional, serta sejumlah penghargaan dan kerja sama strategis yang berhasil dibangun Pemerintah Kota Banda Aceh. Ia menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota yang terbuka terhadap inovasi dan kemitraan.

Selain itu, Tuanku juga menyoroti kondisi pemerintahan yang dinilai berjalan kondusif dan sinergis, khususnya dalam hubungan antara eksekutif dan legislatif. Stabilitas tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan program pembangunan, terlebih di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRA Ajak Eksekutif dan Forbes Advokasi Empat Pulau yang Hilang

“Beberapa program pembangunan mulai terlihat tertata dengan baik. Ini patut diapresiasi karena dijalankan dalam kondisi anggaran yang masih terbatas,” katanya.

Dalam aspek penegakan syariat Islam, ia menilai Pemerintah Kota Banda Aceh menunjukkan komitmen melalui pembinaan masyarakat serta penegakan qanun. Meski demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diperkuat agar implementasi syariat dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Ia menambahkan, satu tahun masa pemerintahan tentu belum cukup untuk menilai capaian pembangunan secara menyeluruh. Namun arah kebijakan yang tertuang dalam visi-misi Illiza–Afdhal mulai terlihat melalui program yang berjalan dan yang akan dimuat dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca Juga :  Antusiasme Warga Meuraxa Ramaikan Pasar Murah Pemko Banda Aceh, Wali Kota Illiza: Bukti Program Ini Sangat Dibutuhkan

“Keberhasilan tentu harus diukur dari capaian program dalam RPJMD. Kita masih dalam tahap awal, sehingga perlu waktu untuk melihat hasil yang lebih konkret,” jelasnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Tuanku berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat mempercepat realisasi program prioritas, terutama yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, tantangan utama yang masih dihadapi Banda Aceh adalah angka kemiskinan yang relatif tinggi, sehingga dibutuhkan langkah strategis dan percepatan program ekonomi kerakyatan.

“Kita berharap di tahun kedua ini pasangan Illiza-Afdhal bisa lebih ‘tancap gas’ dalam menghadirkan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Parlementaria

Buka Musprov IAI Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Peran Arsitek dalam Rehab-Rekon Pascabencana

Advetorial

Banda Aceh Nol Kasus Malaria, Pemko Perkuat Pengawasan Cegah Kemunculan Kembali

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Meugang dan Idul Adha

Nasional

Banda Aceh Raih National Governance Award 2026, Unggul di Sektor Kesehatan

Nasional

Anggota DPR : Perlunya Revisi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016

Parlementaria

Gubernur dan DPRA Sahkan APBA Perubahan 2025 

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Siapkan Formula Terbaik Tangani Keluhan Warga Lewat Replikasi Aplikasi JAKI

Keagamaan

Banda Aceh Berhaji, Ratusan Jamaah Padati Kajian Akbar Bersama Ustaz Hanan Attaki