Home / Daerah

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:06 WIB

Teuku Rafi dan Seruan Kembali ke Dayah: Menjaga Generasi, Menjaga Ramadan

mm Amir Sagita

fiTeks Alternatiflter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
runfunc: 0; algolist: 0;
multi-frame: 1;
brp_mask:8;
brp_del_th:0.0028,0.0000;
brp_del_sen:0.1000,0.1000;
motionR: 65536;
Teuku Rafi Muda Wali siswa Dayah Mudi Mesra Mesjid Raya, Samalanga saat berceramah di Mesjid Babussalam Kalee Kecamatan Muara Tiga, Minggu (22/2/2026) (Foto.Amir Sagita.NOA.co.id).

fiTeks Alternatiflter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; runfunc: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0028,0.0000; brp_del_sen:0.1000,0.1000; motionR: 65536; Teuku Rafi Muda Wali siswa Dayah Mudi Mesra Mesjid Raya, Samalanga saat berceramah di Mesjid Babussalam Kalee Kecamatan Muara Tiga, Minggu (22/2/2026) (Foto.Amir Sagita.NOA.co.id).

Sigli – Malam itu, suasana di Masjid Babussalam Kalee, Kecamatan Muara Tiga, terasa lebih hangat dari biasanya. Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial. Di mimbar sederhana itu, seorang pemuda berdiri dengan suara tenang namun tegas. Namanya Teuku Rafi Muda Wali.

Ia bukan pejabat. Bukan pula tokoh besar dengan pengawalan. Ia hanya seorang santri dari Dayah Mudi Mesra Mesjid Raya, Samalanga Kabupaten Biruen. Namun, dari lisannya, mengalir kegelisahan tentang masa depan generasi Aceh.
“Masukkan anak-anak kita ke dayah,” serunya di hadapan jamaah, Minggu (22/2/2026).

Seruan itu bukan tanpa alasan. Di tengah arus zaman yang makin deras, pergaulan bebas, krisis adab, dan lunturnya nilai-nilai agama menjadi kekhawatiran banyak orang tua. Teuku Rafi, putra kelahiran Gampong Suka Jaya, Muara Tiga, melihat dayah bukan sekadar tempat belajar kitab kuning. Dayah adalah benteng.

Baca Juga :  Reza Fahlevi & Panwaslih Simeulue Imbau Pilkada Tanpa Money Politik 

Aceh, sejak dulu, dikenal sebagai tanah para ulama. Identitas itu tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari tradisi pendidikan dayah yang kuat. Namun hari ini, di tengah euforia modernitas, tak sedikit orang tua lebih tergoda pada sekolah umum yang menjanjikan masa depan duniawi, tetapi lalai pada fondasi ukhrawi.

Teuku Rafi mengingatkan, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan pembentukan karakter. Namun, puasa bisa menjadi sia-sia jika lidah masih gemar berdusta, hati masih dipenuhi iri dan dengki, serta mulut masih menebar fitnah.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor Aceh Jadi Alarm Lingkungan, SAPA Desak DPRA Bentuk Pansus Lingkungan

“Jangan mengadu domba sesama muslim,” pesannya tegas. Dalam tradisi Islam, adu domba bukan sekadar kesalahan sosial, melainkan dosa besar yang meruntuhkan amal. Apa arti tarawih panjang jika hati masih memelihara kebencian?

Ia juga menyinggung hal yang kerap dianggap sepele: menjaga pandangan. Di era gawai dalam genggaman, syahwat tak lagi menunggu ruang gelap. Ia hadir di layar kecil yang bisa diakses siapa saja, termasuk anak-anak. Karena itu, menjaga pergaulan anak menjadi kewajiban orang tua.

Feature ini bukan hanya tentang ceramah seorang santri. Ini tentang kegelisahan generasi muda Aceh yang ingin identitas daerahnya tetap berdiri di atas nilai Islam yang kokoh.

Baca Juga :  Hari Ke-5 Operasi Patuh Seulawah 2024, Satlantas Polres Aceh Timur Giatkan Imbauan Kepada Masyarakat Patuh Berlalulintas

Teuku Rafi tidak menawarkan janji politik. Ia menawarkan kesadaran. Bahwa menyelamatkan anak-anak dari krisis moral tidak cukup dengan nasihat sesekali. Perlu lingkungan. Perlu sistem. Perlu dayah.

Di akhir ceramahnya, ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai ladang ibadah yang sungguh-sungguh. Memperbanyak amal, memperbaiki akhlak, dan memohon rahmat Allah SWT.

Di Masjid Babussalam Gampong Batee, Kemukiman Kalee, Kecamatan Muara Tiga, Pidie malam itu, pesan yang disampaikan sederhana: jika ingin Aceh tetap bermarwah, mulailah dari anak-anak. Mulailah dari pendidikan. Mulailah dari dayah.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Simeulue Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik

Daerah

​Jumat Berkah Penuh Kepedulian, Persit Yonif 112/DJ Salurkan Bantuan Sembako untuk Anak Yatim Banda Aceh

Daerah

Sesosok Ibnu Khatab Dipinang Peureute Gabthat Aceh Maju Calon Legislatif DPR Aceh

Daerah

Kejari Simeulue Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Baitul Mal

Daerah

Dugaan Penyalahgunaan Dana BLUD Rp 13 Miliar di RS Simeulue Mencuat

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Tinjau Progres Pembangunan Jalan Menuju Venue PON Paralayang

Daerah

Ini Rekening “Aceh Peduli Palestina”, Jika Mau Lebih Gampang Silakan Layanan QRIS

Daerah

Persit KCK Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda mengikuti Zoom Meeting Talkshow Bintal Ideologi