Home / Pendidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:23 WIB

Siswa SMAN 1 Banda Aceh Kritis Bahas Korupsi dan UU ITE dalam Program Jaksa Masuk Sekolah

mm Redaksi

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., saat menyampaikan materi kesadaran hukum kepada pelajar di SMA Negeri 1 Banda Aceh, Selasa (24/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., saat menyampaikan materi kesadaran hukum kepada pelajar di SMA Negeri 1 Banda Aceh, Selasa (24/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Puluhan siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh menunjukkan antusiasme tinggi saat menyambut kehadiran tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dalam program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi wadah edukasi untuk menanamkan kesadaran hukum serta memperkuat karakter generasi muda sejak dini.

Pemaparan materi yang dibawakan oleh narasumber dari Kejati Aceh berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya diperkenalkan pada tugas dan fungsi Jaksa sebagai penuntut umum, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai bahaya narkotika, kenakalan remaja, hingga ancaman pidana dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Isu tindak pidana korupsi menjadi topik yang paling menyita perhatian. Sejumlah siswa melontarkan pertanyaan kritis mengenai mekanisme penegakan hukum, terutama menyangkut konsekuensi bagi aparat penegak hukum yang justru terlibat dalam praktik lancung tersebut.

Baca Juga :  Siswi SMAN 10 Fajar Harapan Berbagi Kisah Inspiratif di Hadapan Wakil Menteri dan Tamu Undangan

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., menegaskan bahwa hukum bersifat memaksa dan berlaku adil bagi siapa saja tanpa terkecuali (equality before the law).

“Jaksa adalah manusia biasa yang tidak kebal hukum. Jika terbukti melakukan penyimpangan, maka akan diproses sesuai aturan yang berlaku, bahkan sanksinya bisa lebih berat. Integritas adalah harga mati,” tegas Ali Rasab di hadapan para siswa.

Beliau juga memaparkan perbedaan mendasar antara pencurian biasa dengan korupsi yang merupakan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan pribadi yang merugikan keuangan negara. Ia berpesan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan iman yang kuat agar kelak saat menjadi pemimpin, mereka tidak mudah tergoda melakukan penyimpangan.

Baca Juga :  Ini Tanggapan Kepala SLBN Aceh Selatan dan SLBN Al Fansyuri Terkait Pengadaan Bus Sekolah

Terkait maraknya pelanggaran UU ITE di kalangan remaja, Ali Rasab memberikan peringatan keras mengenai dampak cyberbullying. Siswa diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai dan menjaga etika di ruang digital.

“Hati-hati dalam mengunggah konten. Apa yang kita tulis di media sosial memiliki jejak digital dan dampak hukum. Jangan sampai candaan berubah menjadi penghinaan yang menyudutkan orang lain,” tambahnya.

Baca Juga :  Gubernur Ajak 401 Wisudawan Al Muslim Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh, Dr. Nilawati, S.Pd.,M.Pd menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Kejati Aceh. Ia menilai materi hukum praktis seperti ini sangat dibutuhkan agar siswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga melek hukum.

“Setiap tahun, banyak lulusan kami yang melanjutkan ke Fakultas Hukum. Kami berharap kegiatan JMS ini semakin memotivasi mereka untuk menjadi penegak hukum yang berintegritas di masa depan,” pungkas Nilawati.

Program Jaksa Masuk Sekolah ini merupakan bagian dari komitmen Kejaksaan dalam melakukan langkah preventif guna menekan angka kriminalitas di kalangan pelajar dan menciptakan generasi emas yang taat hukum.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Pj. Gubernur Aceh Apresiasi FAKIP V, Dorong Pendidikan Inklusif untuk Generasi Emas

Daerah

Begini Mekanisme Penyaluran Beasiswa Anak Yatim oleh Dinas Pendidikan Aceh

Daerah

Pemerintah Aceh Berikan Hadiah Umrah untuk GTK Berprestasi 2024

Pemerintah Aceh

Kader Al Washliyah Aceh Dukung Muhsin sebagai Plh Kadis Pendidikan Dayah

Pendidikan

Siswi Modal Bangsa Wakili Parkibraka Aceh ke Tingkat Nasional

Pemerintah

Plt Sekda Aceh Buka Pascal XIII SMA 10 Fajar Harapan

Aceh Besar

Disdik Dayah Aceh Besar Audiensi ke Disdik Dayah Aceh, Fokus Penguatan Mutu dan Beasiswa Santri

Daerah

Kadisdik Aceh Ingatkan Pentingnya Literasi dan Numerasi Sebagai Tolok Ukur Kemajuan Pendidikan