Home / Wali Nanggroe Aceh

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Aceh dan India Perkuat Kerja Sama Strategis, Konektivitas Sabang–Andaman Jadi Fokus

mm Redaksi

Staf Khusus Wali Nanggroe Aceh Bidang Diplomasi dan Kerja Sama Luar Negeri, Dr. Mohammad Raviq, bertemu dengan Konsul Jenderal Republik India di Medan, Ravi Shanker Goel, untuk membahas tindak lanjut penguatan kerja sama strategis, termasuk pengembangan konektivitas maritim Sabang–Andaman, Minggu (2/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Staf Khusus Wali Nanggroe Aceh Bidang Diplomasi dan Kerja Sama Luar Negeri, Dr. Mohammad Raviq, bertemu dengan Konsul Jenderal Republik India di Medan, Ravi Shanker Goel, untuk membahas tindak lanjut penguatan kerja sama strategis, termasuk pengembangan konektivitas maritim Sabang–Andaman, Minggu (2/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Medan – Lembaga Wali Nanggroe Aceh terus mendorong penguatan hubungan internasional yang berdampak pada pembangunan daerah. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan Staf Khusus Wali Nanggroe Aceh Bidang Diplomasi dan Kerja Sama Luar Negeri, Dr. Mohammad Raviq, dengan Konsul Jenderal Republik India di Medan, Ravi Shanker Goel, Minggu (2/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Konsulat Jenderal India di Medan itu dilaksanakan atas arahan Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis antara Aceh dan India, khususnya dalam pengembangan konektivitas maritim antara Pelabuhan Sabang dan Kepulauan Andaman–Nikobar.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Lembaga Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai inisiatif kerja sama yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Aceh.

“Mengawali pertemuan, Konsul Jenderal India menyampaikan salam hormat kepada Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh serta doa agar beliau segera pulih dan kembali beraktivitas setelah menjalani operasi ringan,” ujar Zulfikar.

Baca Juga :  Wali Nanggroe: Akses Layanan Kesehatan Harus Dibuka Luas

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas tindak lanjut hasil pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada 7 Juli 2026. Salah satu kesepakatan penting dalam pertemuan kedua kepala negara adalah penguatan konektivitas maritim strategis antara Pelabuhan Sabang di Aceh dan Kepulauan Andaman–Nikobar di India.

Ravi Shanker Goel mengungkapkan bahwa pihak Konsulat Jenderal India telah mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Aceh pada pekan sebelumnya sebagai langkah awal untuk membahas implementasi kerja sama tersebut.

Di sela pertemuan, Konsul Jenderal India juga melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. Dalam pembicaraan itu dibahas rencana kunjungan Konsul Jenderal India ke Aceh dalam waktu dekat guna memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat realisasi berbagai agenda kerja sama.

Baca Juga :  Mendagri Tito Terima Gelar Kehormatan "Petua Panglima Hukom" dari Lembaga Wali Nanggroe Aceh

Staf Khusus Wali Nanggroe Aceh, Dr. Mohammad Raviq, menilai pengembangan konektivitas Sabang–Andaman merupakan peluang strategis yang dapat memperkuat posisi Aceh sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan Samudra Hindia.

“Kerja sama ini bukan hanya memperkuat hubungan Indonesia dan India, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi Aceh di bidang perdagangan, investasi, logistik, pariwisata, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi biru. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh,” ujar Raviq.

Menurutnya, posisi geografis Aceh yang berada di jalur pelayaran internasional menjadi keunggulan tersendiri dalam mendorong Sabang berkembang sebagai simpul konektivitas dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selain sektor maritim, kedua belah pihak juga membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, kesehatan, kebudayaan, pengembangan sumber daya manusia, promosi perdagangan, investasi, hingga kerja sama antarlembaga.

Baca Juga :  Lembaga Wali Nanggroe dan Unsam Evaluasi Implementasi MoU Helsinki dan Penguatan Kekhususan Aceh

Raviq menegaskan Lembaga Wali Nanggroe siap mendukung berbagai inisiatif yang sejalan dengan semangat perdamaian, pembangunan, dan kemitraan internasional sesuai dengan kewenangan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Lembaga Wali Nanggroe siap mendukung komunikasi dan kolaborasi yang konstruktif antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah India, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam merealisasikan berbagai peluang kerja sama strategis. Pengembangan konektivitas Sabang–Andaman diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan perdagangan, investasi, logistik, pariwisata, sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai gerbang ekonomi Indonesia di kawasan Samudra Hindia.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Wali Nanggroe Aceh

Wali Nanggroe: Akses Layanan Kesehatan Harus Dibuka Luas

Tni-Polri

Di Bulan Ramadan, Kapolda Aceh Bersilaturahmi dengan Wali Nanggroe Aceh

Wali Nanggroe Aceh

Pemko Subulussalam Sampaikan Sejumlah Masukan soal Dana Otsus kepada Tim Kajian Wali Nanggroe

Wali Nanggroe Aceh

Terima Kunjungan Kaposwil PRR, Wali Nanggroe Minta Penanganan Menyeluruh Aceh Pasca Bencana

Wali Nanggroe Aceh

Wali Nanggroe: Semua Pihak Harus Dukung Langkah BNN Berantas Narkoba

Tni-Polri

Wali Nanggroe Terima Kapolda Aceh, Bahas Penanganan Bencana hingga Stabilitas Ekonomi

Wali Nanggroe Aceh

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026-2031

Wali Nanggroe Aceh

Wali Nanggroe Minta Kabupaten/Kota Utamakan Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang