Aceh Jaya – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mengeluarkan Surat Edaran tentang antisipasi siaga bencana hidrometeorologi menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Surat edaran bernomor 360/151/Tahun 2026 yang ditetapkan di Calang pada 12 Februari 2026 tersebut ditandatangani oleh Safwandi selaku Bupati Aceh Jaya. Edaran ini ditujukan kepada seluruh kepala SKPK, camat, keuchik, instansi vertikal, hingga pelaku usaha dan pengelola fasilitas umum di wilayah Kabupaten Aceh Jaya.
Dalam surat edaran yang diterima awak media NOA.co.id, Jumat (13/2/2026), disebutkan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi terjadi pada 16–20 Februari 2026. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana angin kencang, banjir, tanah longsor, serta bencana lainnya di wilayah Aceh Jaya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah terprovokasi kabar yang belum jelas sumbernya, serta berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan seperti bantaran sungai, pesisir pantai, dan daerah dengan pepohonan besar diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, longsor, abrasi, serta pohon tumbang akibat angin kencang.
Selain itu, nelayan diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat melakukan gotong royong membersihkan saluran air dan parit guna mencegah penyumbatan yang dapat memicu genangan maupun banjir.
Bupati Aceh Jaya juga mengingatkan seluruh pihak terkait untuk memperkuat koordinasi kebencanaan dalam rangka respons cepat apabila terjadi keadaan darurat. Masyarakat diminta memantau informasi cuaca melalui media resmi serta dapat menghubungi call center BPBK Aceh Jaya apabila membutuhkan bantuan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berharap, melalui langkah antisipasi dan kesiapsiagaan bersama, potensi risiko bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan demi keselamatan masyarakat.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi











