Banda Aceh – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat fakultas guna membekali mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah dan skripsi. Upaya ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk mempercepat penyelesaian studi mahasiswa. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai program studi lintas Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) tersebut berlangsung di Aula FTK B Lantai 2, Senin (29/6/2026).
Wakil Dekan II FTK UIN Ar-Raniry, Samsul Kamal, yang ikut hadir dalam kegiatan ini mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas akademik sekaligus mempercepat masa studi mahasiswa. Menurutnya, kemampuan menemukan ide, menentukan metode penelitian, hingga memahami jalur publikasi merupakan faktor krusial yang harus dikuasai mahasiswa.
“Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh DEMA ini sangat bagus, penting, dan besar manfaatnya bagi mahasiswa maupun lembaga. Evaluasi dua hingga tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif, di mana semakin banyak mahasiswa yang lulus tepat waktu. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, kendala mahasiswa mulai dari menemukan ide, menentukan metode, hingga cara mencari jurnal tempat publikasi dapat terjawab,” ujarnya.
Ia menambahkan, fakultas mendukung penuh berbagai kegiatan ilmiah yang diselenggarakan mahasiswa, termasuk memprioritaskan fasilitas tempat acara. Dukungan akselerasi studi juga diwujudkan melalui kebijakan baru jajaran dekanat, yaitu memangkas sistem bimbingan skripsi dari dua orang pembimbing menjadi satu orang pembimbing agar prosesnya berjalan lebih efektif dan cepat. Mahasiswa bahkan didorong untuk mulai mencicil persiapan penelitian dan mencari latar belakang masalah sejak semester awal.
Ketua DEMA FTK UIN Ar-Raniry periode 2026–2027, Muhammad Al Fajri Marpaung, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan program kerja Departemen Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dekputristek). Program ini lahir dari respons terhadap banyaknya mahasiswa tingkat akhir yang kerap menghadapi kendala dalam merampungkan tugas akhir mereka.
“Tujuan kami mengadakan program ini adalah untuk memudahkan mahasiswa Tarbiyah dalam penyelesaian skripsi, artikel, maupun jurnal agar bisa cepat terselesaikan. Kami ingin membantu mencarikan solusi atas hambatan penulisan mereka,” kata Fajri. Ia juga menambahkan bahwa pelatihan KTI ini akan dikembangkan menjadi program berkelanjutan dan diupayakan menjadi agenda rutin tahunan DEMA FTK.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Rahmat, menyebutkan bahwa pelatihan intensif satu hari ini sengaja dibagi ke dalam dua sesi utama untuk memaksimalkan pemahaman peserta. Sesi pertama berfokus pada penulisan artikel ilmiah, sedangkan sesi kedua setelah waktu ISOMA akan membedah teknik penyusunan skripsi secara mendalam.
“Kami berharap peserta yang ikut hari ini tidak hanya menulis artikel atau skripsi sekadar untuk memenuhi syarat tugas akhir saja. Lebih dari itu, kami ingin memotivasi mereka untuk terus produktif menghasilkan karya-karya ilmiah selanjutnya dari penuangan pikiran mereka sendiri,” pungkas Rahmat.
Editor: Amiruddin. MK














