Home / Internasional / Pemerintah Aceh

Kamis, 20 November 2025 - 09:06 WIB

Gubernur Aceh Mualem Bagikan Pengalaman Perdamaian Aceh di Konferensi Internasional di Filipina

mm Redaksi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengikuti konferensi internasional secara daring dari Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (19/11/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengikuti konferensi internasional secara daring dari Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (19/11/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menjadi pembicara secara daring pada International Conference on After the Peace Agreements: Bangsamoro and Beyond yang diselenggarakan oleh Institute for Autonomy and Governance (IAG) di Manila, Filipina, Rabu (19/11/2025). Mualem mengikuti konferensi dari Meuligoe Gubernur Aceh.

Dalam kesempatan itu, Mualem membagikan pengalaman Aceh dalam membangun perdamaian berkelanjutan, dengan topik “From Rebel Chief to Chief Executives” yang menceritakan perjalanan dari pemimpin gerakan bersenjata menjadi pejabat politik.

Baca Juga :  Dukung Tumbuhnya Generasi Gemar Membaca, DPKA Hadirkan Ruang Baca Ramah Anak di Pustaka Aceh

Ia menegaskan komitmen Aceh terhadap Perjanjian Helsinki 2005, yang menjadi dasar penyelesaian konflik, serta menyoroti peran partai lokal sebagai saluran aspirasi para mantan kombatan.

“Kami sepakat perdamaian. Aspirasi kami kini disalurkan lewat partai politik lokal,” ujar Mualem.

Gubernur Aceh menyebut pemerintah saat ini memprioritaskan kesejahteraan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka, sekaligus mengoptimalkan keistimewaan dan otonomi khusus Aceh sebagai amanat perjanjian.

Mualem juga menyoroti tantangan dalam peralihan dari gerakan perlawanan menuju pemerintahan formal, terutama penyesuaian dengan regulasi nasional.

Baca Juga :  Minimnya koordinasi antar-lembaga, Ombudsman Minta Segera Tetapkan Rencana Aksi Nasional TPPO

“Kami yang dulu berada di peperangan kini harus menyesuaikan dengan sistem administrasi,” katanya.

Selain itu, Mualem menjelaskan kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya didasari kepercayaan dan kolaborasi antara Partai Gerindra dan Partai Aceh. Ia menyatakan dukungannya pada Prabowo dalam tiga pemilihan presiden, hingga kemenangan terakhir.

“Ini kesetiaan dan kepercayaan antara saya dan Presiden Pak Prabowo. Sekarang saya seorang Gubernur, perpanjangan tangan Presiden di daerah. Kami selalu menjalankan perintah Pak Presiden dalam semua program, baik infrastruktur hingga sosial, dan itu sebagai perintah dari pusat ke daerah,” ujar Mualem.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Ajak Pegawai Jaga Kekompakan dan Kedisiplinan di Bulan Ramadan

Gubernur Aceh menambahkan bahwa komunikasi dengan Presiden dilakukan secara intensif, khususnya terkait pembangunan ekonomi dan percepatan infrastruktur agar Aceh tidak tertinggal dibanding daerah lain.

“Saya minta tolong ke beliau untuk membangun Aceh agar tidak tertinggal dibanding daerah lain,” tutup Mualem.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Istri Gubernur Aceh Berikan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Keluarga Kurir Paket Korban Pembunuhan di Aceh Timur 

Internasional

KBRI Kuala Lumpur : Tidak ada WNI korban kecelakaan bus di Perak Malaysia

Aceh Besar

Pondok Pesantren Kebakaran, Istri Gubernur Aceh Serahkan Bantuan untuk Santri Babul Maghfirah

Internasional

Dibom GBU-57 Jet B-2 AS, Bunker Fordo diyakini berada kedalaman 80-90 meter di bawah tanah

Internasional

Indonesia Jadi Role Model di Global DPI Summit 2025, Dukcapil Pamerkan Inovasi Identitas Digital di Cape Town

Internasional

Menlu Retno : Gencatan senjata segera dan secara permanen harus terus didorong

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Perjuangkan Status PPPK Paruh Waktu, 6.508 Formasi Segera Ditetapkan

Internasional

Dirjen Dukcapil Luncurkan Layanan Adminduk untuk Diaspora Indonesia di Sydney, Australia