Home / Internasional

Jumat, 24 Mei 2024 - 18:13 WIB

Sumpah Serapah Israel Usai Palestina Diakui Sebagai Negara

mm Redaksi

Jaksa ICC umumkan surat perintah penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu. (AFP/Ronen Zvulun)

Jaksa ICC umumkan surat perintah penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu. (AFP/Ronen Zvulun)

NOA.co.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meradang setelah Israel bersumpah akan membalas negara-negara yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Ancaman ini datang dari Ron Prosor, duta besar Israel untuk Jerman, yang menegaskan bahwa tindakan tersebut akan dianggap sebagai dukungan terhadap terorisme.

“Negara-negara ini memberikan angin segar bagi para teroris. Mereka harus bertanggung jawab atas setiap korban yang jatuh akibat serangan berikutnya,” tegas Prosor dalam wawancara dengan Table.Briefings, seperti dilansir oleh Shafaq News.

Baca Juga :  Setelah Dibebaskan, Pilot Susi Air Kapten Philip Mehrtens diserahkan ke Pemerintah Selandia Baru

Pernyataan tersebut menambah panas di tengah ketegangan yang sudah memuncak di kawasan tersebut. Sebelumnya, juru bicara Kanselir Jerman Olaf Scholz, Steffen Hebestreit, mengonfirmasi bahwa pemerintah Jerman akan mematuhi perintah penangkapan ICC terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas dugaan kejahatan perang selama operasi di Gaza.

Baca Juga :  Sempat Diamankan, Kini Imigran Rohingya Beserta Supir Belum kembali ke Aceh Selatan

Sementara itu, reaksi dari Prosor tidak kalah keras. Dia menyuarakan kemarahannya di media sosial, mengecam keputusan Jaksa ICC Karim Khan yang dinilainya menyamakan Israel dengan Hamas, dan menyebut langkah tersebut sebagai upaya untuk memalukan dan mendelegitimasi Israel dan orang-orang Yahudi.

Dukungan dari negara-negara seperti Norwegia, Spanyol, dan Irlandia terhadap keputusan ICC menambah kompleksitas situasi, dengan potensi penangkapan terhadap pemimpin Israel dan Hamas. Hal ini dapat menghadirkan tantangan diplomatik yang serius bagi negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman.

Baca Juga :  Presiden Iran Tewas, Ternyata Tumpangi Pesawat Usang Buatan Amerika

Dengan berbagai pihak saling bersiap sedia, situasi di Timur Tengah semakin rumit. Tindakan selanjutnya dari Israel dan respons dari komunitas internasional menjadi fokus utama dalam upaya mencegah eskalasi lebih lanjut dan memulihkan stabilitas di kawasan yang selalu diambang konflik.

EditorĀ  : Amiruddin MK

Share :

Baca Juga

Berita

Sistem Demokrasi Amerika Serikat di Bawah Tekanan

Internasional

IOM Indonesia Dukung Pemulangan Korban Perdagangan Orang di Sektor Online Scam

Internasional

Memahami Perebutan kekuasaan Rohingya sebelum konferensi PBB

Internasional

Kemlu RI Pastikan 134 WNI di Nepal dalam kondidi aman

Hukrim

Ratu Narkoba asal Aceh Divonis Hukuman Mati

Hukrim

Godaan Kerja Ilegal di Mesir, Dua CPMI Berhasil Dicegah KemenP2MI

Internasional

Masih Ada 138 Juta Pekerja Anak di Seluruh Dunia

Internasional

Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI yang Terdampak Gempa di Rusia