Home / Parlementaria

Kamis, 23 April 2026 - 21:42 WIB

HUT ke-821 Banda Aceh, Paripurna Istimewa Dipenuhi Nuansa Adat dan Budaya Aceh

mm Redaksi

Peserta rapat paripurna HUT ke-821 Banda Aceh mengenakan busana adat Serune Kale di Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Peserta rapat paripurna HUT ke-821 Banda Aceh mengenakan busana adat Serune Kale di Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

Seluruh pejabat daerah, unsur Forkopimda, dan anggota DPRK tampil mengenakan pakaian adat Aceh seperti baju laka, linto baro, kupiah meukeutop, hingga sunting khas Aceh.

Nuansa Adat dan Tradisi

Suasana peringatan semakin kental dengan tradisi ketika Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekda Banda Aceh Jalaluddin, serta jajaran SKPK melakukan konvoi berjalan kaki dari Balai Kota menuju Gedung DPRK.

Baca Juga :  Ketua DPRK Aceh Besar Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Kemajuan Daerah

Perjalanan diiringi tabuhan rapai dan tiupan serune kale, menambah nuansa adat dalam peringatan hari jadi kota.

Setibanya di Gedung DPRK, rombongan disambut langsung oleh Ketua DPRK Irwansyah bersama unsur pimpinan dewan.

Sidang Paripurna Istimewa

Sidang paripurna dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dinyanyikan penuh khidmat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan nuansa adat dan budaya Aceh yang kuat, mencerminkan identitas kota yang berakar pada sejarah Kesultanan Aceh Darussalam.

Baca Juga :  DPRA Dorong Pembangunan Berkelanjutan Pasca 20 Tahun MoU Helsinki Demi Masa Depan Aceh
Pesan Sejarah dan Tanggung Jawab

Dalam pidatonya, Irwansyah menegaskan bahwa usia Banda Aceh bukan hanya hitungan waktu, tetapi merupakan jejak panjang peradaban dan ketangguhan kota.

Ia menyebut sejarah kejayaan Banda Aceh dari masa Kesultanan hingga bangkit pascabencana menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dijaga dan dilanjutkan.

“Sejarah ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi menjadi mandat untuk membangun masa depan,” ujarnya.

Komitmen Pemerintah Kota

Sementara itu, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa momentum HUT ke-821 menjadi pengingat agar pembangunan kota harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Baca Juga :  Jadi Pembina Upacara di MIS Lamgugob, Tuanku Muhammad Ajak Siswa Rajin Belajar dan Beribadah

Pemerintah Kota, kata dia, terus menjaga stabilitas ekonomi melalui pengendalian harga dan operasi pasar, memperkuat layanan sosial, serta meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.

Penutup

Peringatan HUT ke-821 ini menjadi refleksi bahwa Banda Aceh bukan hanya kota bersejarah, tetapi juga kota yang terus tumbuh dengan identitas budaya, nilai keislaman, dan semangat kebersamaan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Parlementaria

Pansus DPR Aceh Tinjau Kondisi Infrastruktur di Dapil 1

Advetorial

DPR Aceh Dukung Langkah Mualem Gaet Investasi dari Uni Emirat Arab

Parlementaria

DPR Aceh Gelar Paripurna terkait Penyampaian Banggar APBA-P Tahun 2022

Parlementaria

Komisi I DPRA Bahas Raqan Ketertiban Umum, Dorong Aceh yang Tertib dan Berkeadaban

Parlementaria

DPRK Banda Aceh Sampaikan Rekomendasi Kritis atas LKPJ Wali Kota 2025

Parlementaria

Tujuh Fraksi Setujui Penetapan Ali Basrah, Minta Pelantikan Dipercepat

Parlementaria

BHS Cek Langsung Koridor 6 Trans Jatim

Banda Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh Raih Predikat “Sangat Baik” dalam Evaluasi SPBE Tahun 2024