BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi lintas program dan lintas sektor. Sinergi antar program dinilai menjadi faktor utama dalam memastikan bantuan pemerintah benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati, saat menerima kunjungan kerja Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas ke Dinas Sosial Kota Banda Aceh terkait pemantauan efektivitas program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2026.
Menurut Sukmawati, Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat implementasi berbagai program perlindungan sosial, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH), agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat miskin dan rentan.
“Melalui PKH, kami memastikan bantuan tersalurkan dengan baik, didukung validasi data yang terus diperbarui serta integrasi dengan penanganan kebencanaan di daerah,” ujar Sukmawati, pada Kamis (14/5/2026).
Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui satu program bantuan sosial saja. Dibutuhkan keterpaduan antara program pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat agar hasil yang dicapai lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kami melihat sinergi antar program menjadi kunci keberhasilan pengentasan kemiskinan, termasuk keterkaitan PKH dengan Program Indonesia Pintar dalam meningkatkan akses pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, tim Bappenas bersama perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan diskusi mendalam terkait mekanisme penyaluran bantuan, akurasi data penerima manfaat, hingga tantangan yang dihadapi pemerintah daerah di lapangan.
Selain itu, tim juga melakukan peninjauan langsung ke rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk melihat kondisi riil masyarakat penerima bantuan.
Peninjauan dilakukan guna menggali berbagai indikator kesejahteraan, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, status kepesertaan PKH, hingga peluang pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan usaha produktif.
Sukmawati berharap dukungan pemerintah pusat terhadap program pengentasan kemiskinan terus diperkuat agar implementasi di daerah dapat berjalan lebih maksimal dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi pusat dan daerah terus diperkuat sehingga program pengentasan kemiskinan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











