Aceh Barat Daya — Pemerintah Gampong Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengaktifkan genset di kantor desa sebagai langkah darurat menyusul pemadaman listrik total yang dipicu bencana banjir dan longsor di sejumlah kawasan di Aceh.
Keuchik Gampong Kayee Aceh, Abdul Rasyid, mengatakan, operasional genset dilakukan agar pelayanan publik tidak lumpuh meski pasokan listrik terputus.
“Ini kami lakukan supaya masyarakat tetap bisa mengurus layanan penting. Selama aliran listrik belum normal, kantor desa tetap beroperasi dengan dukungan genset,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Menurut Abdul Rasyid, gangguan jaringan listrik akibat bencana alam tidak hanya berdampak pada sektor pemerintahan desa, tetapi juga secara langsung memukul aktivitas masyarakat, terutama komunikasi dan ekonomi kecil.
“Banjir dan longsor menyebabkan jaringan listrik rusak di beberapa titik. Warga kesulitan berkomunikasi, aktivitas usaha kecil terhenti, dan pelayanan publik sangat terganggu,” jelasnya.
Pemerintah gampong saat ini terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendorong percepatan perbaikan infrastruktur kelistrikan. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian waktu pemulihan pasokan listrik.
“Kami berharap pihak terkait dapat bergerak cepat. Listrik adalah kebutuhan vital masyarakat,” tegasnya.
Akibat pemadaman listrik yang berlangsung selama beberapa hari ini, warga terpaksa beradaptasi dengan keterbatasan. Pada malam hari, sebagian warga mengandalkan penerangan darurat, sementara pengisian daya alat komunikasi menjadi kendala utama.
Pemerintah gampong mengimbau warga untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta menghindari area rawan longsor. Warga juga diminta segera melapor jika menghadapi keadaan darurat yang memerlukan penanganan cepat.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar










