Home / Daerah / Hukrim / Pemerintah

Kamis, 13 Maret 2025 - 15:35 WIB

Kanwil Kemenkum Aceh Dorong pembentukan Posbankum Desa Terpencil di Aceh Singkil

Farid Ismullah

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Meurah Budiman (Pertama Kanan) bertemu Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman (Pertama Kiri) di Kantor Bupati Aceh Singkil, Pulo Sarok, Kamis (13/3/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Humas Kanwil Kemenkum Aceh).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Meurah Budiman (Pertama Kanan) bertemu Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman (Pertama Kiri) di Kantor Bupati Aceh Singkil, Pulo Sarok, Kamis (13/3/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Humas Kanwil Kemenkum Aceh).

Aceh Singkil – Peningkatan kesadaran hukum masyarakat menjadi agenda utama dalam pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Meurah Budiman dengan Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, Kamis.

“Kemenkum Aceh dan Pemkab Aceh Singkil sepakat memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesadaran hukum dan pelindung masyarakat produk lokal,” Kata Meurah Budiman kepada Kantor Berita NOA.co.id, 13 Marer 2025.

Meurah juga menyampaikan sejumlah hal penting terkait dengan tugas dan fungsi hingga layanan Kantor Wilayah Kemenkum Aceh. Misalnya, Meurah mendorong lebih banyak kepala desa dari Singkil untuk mengikuti Peacemaker Justice Award (PJA), sebuah program yang membekali mereka dengan keterampilan mediasi dalam penyelesaian penyelesaian desa.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Sambut Kedatangan Mendagri dan Menkopolhukam

“Kami berharap tahun ini semakin banyak kepala desa dari Singkil yang ikut program ini agar penyelesaian masalah hukum semakin efektif. Karena kepala desa mempunyai peran penting dalam menyelesaikan konflik hukum di tingkat akar rumput,” katanya.

Baca Juga :  SIPITUNG siap melayani masyarakat Pidie Jaya

Selain memperkuat peran mediator desa, Kemenkum Aceh juga mendorong pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di desa-desa terpencil. Langkah ini, kata Meurah, akan mempermudah masyarakat mendapatkan akses hukum yang cepat dan terjangkau.

Di tengah modernisasi sistem hukum, Meurah juga menerapkan penerapan E-Harmonisasi, platform digital untuk menyelaraskan kebijakan hukum antar instansi. Sistem ini, kata dia, akan mempercepat proses pengesahan dan implementasi regulasi di tingkat daerah.

Baca Juga :  Ombudsman Aceh Ingatkan Sekolah dan Komite Sekolah Tidak Mengutip Uang Perpisahan dan Wisuda Siswa

Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, menyambut baik inisiatif ini. Ia memastikan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar program-program tersebut dapat berjalan optimal.

“Kami berharap kegiatan ini bisa hebat, sehingga masyarakat semakin sadar hukum dan produk lokal terlindungi dengan baik,” kata Hamzah.

Dengan meningkatnya pemahaman hukum di tingkat desa, diharapkan penyelesaian penyelamatan menjadi lebih efisien dan pelindungan hukum bagi masyarakat Singkil semakin kuat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

12 Imigran Rohingya di Ladong Aceh Besar yang Kabur Tertangkap

Banda Aceh

Bappeda Banda Aceh Gelar Sosialisasi Penyusunan Data Ansit untuk Percepatan Penurunan Stunting

Berita

Polres Sibolga Tangkap 3 Pelaku Penganiayaan di Masjid Agung, Pelaku Lain Masih Menjadi Buron

Hukrim

Kemlu RI Pulangkan Jenazah WNI asal Banyuwangi dari Kamboja

Daerah

Kapolresta Banda Aceh Serahkan Kunci Rumah Untuk Warga Yang Mendapat Bantuan Bedah Rumah Layak Huni

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Asisten I Pimpin Rapat Penyusunan Pedoman Tata Naskah Dinas

Daerah

Dahlan Iskan Motivasi Pengurus Serikat Perusahaan Pers Aceh

Aceh Besar

Mutasi 31 Kajari oleh Jaksa Agung, Kajari Aceh Besar Jemmy Novian Dipromosikan ke Tasikmalaya