Home / Daerah / Hukrim

Kamis, 24 April 2025 - 13:37 WIB

Kejari Aceh Timur tetapkan tersangka korupsi gudang arsip

mm Redaksi

Petugas Kejaksaan Aceh Timur mengawal tersangka korupsi pembangunan gudang arsip di Aceh Timur, Kamis (24/4/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Kejari Aceh Timur).

Petugas Kejaksaan Aceh Timur mengawal tersangka korupsi pembangunan gudang arsip di Aceh Timur, Kamis (24/4/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Kejari Aceh Timur).

Aceh Timur – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Gudang Arsip UPTD Aceh Timur pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Kamis.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Lukman Hakim di Aceh mengatakan tersangka pejabat pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Aceh dan selaku penyedia pekerjaan.

Baca Juga :  Kasus Pembobolan Rumah di Desa Busung Indah Masih Misteri, Pemilik Resah Pelaku Belum Tertangkap

“Tersangka berinisial MA selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan atau PPTK dan BH selaku penyedia. Keduanya memiliki peran masing-masing dan patut bertanggung jawab terjadinya penyimpangan uang negara,” kata Lukman Hakim, 24 April 2025.

Ia menyebutkan, Berdasarkan hasil audit, ditemukan kerugian negara mencapai Rp298 juta dari nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp1,7 miliar lebih.

“Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” Katanya.

Baca Juga :  Mendapat Hidayah, Satu Personel Polres Aceh Selatan Masuk Islam

Ia menambahkan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh pada tahun anggaran 2022 mengelola anggaran Rp1,7 miliar lebih untuk pembangunan gudang arsip di Kabupaten Aceh Timur.

Baca Juga :  Pj Bupati Iswanto Apresiasi Penyaluran Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu

Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan adanya penyimpangan. Pekerjaan dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi. Kemudian, ada manipulasi progres fisik, rekayasa administrasi, serta kelalaian pengawasan teknis pihak terkait.

“Penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti guna melengkapi berkas perkara. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru dalam pengusutan perkara ini,” Tutup Lukman Hakim.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Polisi Amankan 20 Sepeda Motor Saat Patroli Ba’da Subuh di Bulan Ramadhan

Banda Aceh

Jamaluddin Idham: Pengeroyokan di Masjid Sibolga Tindakan Biadab, Negara Tidak Boleh Diam!

Hukrim

KBRI Phnom Penh Tingkatkan Sinergi Pastikan WNIB Diperiksa Setibanya di Jakarta

Daerah

Pidie Susun Rencana Aksi Koridor Satwa Liar Ulu Masen

Daerah

Menko Polkam Tekankan Komunikasi Publik Terpadu dan Berbasis Data Pascabencana

Daerah

6 Bulan Pascabanjir Bireuen, Keluarga Fitriani Masih Tinggal di Tenda Darurat Tanpa Bantuan

Daerah

Saat Laka Lantas, Mahasiswa Ini Bawa Ganja, Polisi Pun Mengambil Tindakan

Daerah

Jembatan Awe Geutah Ambruk, Wagub Aceh Tinjau Lokasi dan Minta Pembangunan Jalur Alternatif Dipercepat