Home / Nasional / Pemerintah

Jumat, 1 November 2024 - 21:21 WIB

Kemendagri Terus Berkomitmen Dorong Penguatan SDM ASN

mm Redaksi

Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat Rapat Koordinasi Nasional Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Tahun 2024 yang berlangsung dari tanggal 31 Oktober - 2 November 2024 di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/11/2024). (Foto: Puspen Kemendagri).

Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat Rapat Koordinasi Nasional Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Tahun 2024 yang berlangsung dari tanggal 31 Oktober - 2 November 2024 di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/11/2024). (Foto: Puspen Kemendagri).

Palembang – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berkomitmen mendorong penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu upayanya dengan penguatan kapasitas yang dilaksanakan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Tahun 2024 yang berlangsung dari tanggal 31 Oktober – 2 November 2024 di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kapasitas SDM ASN di seluruh tingkat pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun daerah. Dia menekankan pentingnya pembangunan ASN yang dapat mendukung pemerintahan yang efektif dan efisien, sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Bos PS Store Putra Siregar Keroyok Pengunjung Kafe

“Dengan Rakor ini kita melakukan koordinasi untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia ASN. Aparatur Sipil Negara, pegawai negeri, baik pusat maupun daerah yang mereka supaya kapasitas mereka baik, kemampuan juga baik, kinerja lebih baik, integritas mereka lebih baik,” katanya kepada awak media di Hotel The Zuri, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (1/11/2024).

Rakornas ini juga menjadi momentum bagi BPSDM Kemendagri untuk berfokus pada pembinaan ASN yang profesional dan kompeten. Mendagri menambahkan, perlunya pelaksanaan kegiatan seperti ini di berbagai daerah untuk mendorong pemerataan kegiatan Kemendagri. Dia menyebut, Rakornas BPSDM bukan hanya di Jakarta atau Bali tetapi juga di tempat lain. Pasalnya, kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif, baik bagi motivasi ASN maupun perekonomian lokal.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Gelar Apel Hari Anak Nasional

“Kegiatan-kegiatan seperti ini pasti akan membawa dampak selain motivasi [ASN], juga dampak ekonomi, seperti di Palembang otomatis restoran, hotel, transportasi akan terdongkrak, pesawat juga akan terdongkrak,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga menyinggung diskusinya dengan Presiden Prabowo tentang tiga faktor utama yang membuat sebuah negara mampu bertahan hingga lebih dari tiga ratus tahun. Faktor-faktor tersebut terdiri dari militer yang kuat untuk menjaga keamanan dari luar, intelijen dan kepolisian yang menjaga stabilitas dalam negeri, serta ASN yang memiliki kapasitas baik dalam menjalankan administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien.

Baca Juga :  Kembali Bertugas, Mendagri Tito Bakal Fokus Jalankan Sejumlah Program Utama

“Jadi otomatis pengembangan ASN, membentuk ASN yang betul-betul efektif, yang bagus, yang capable itu menjadi salah satu prioritas dari program bapak presiden, dan di antaranya bukan hanya ASN, dengan era teknologi sekarang informasi, digitalisasi sistem pemerintahan menjadi penting,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Ketua TP PKK Aceh Serahkan Rumah Bantuan DWP untuk Nek Salamah

Nasional

Mendagri Dukung Penuh Peluncuran 80.000 Kopdeskel Merah Putih 

Berita

Ramza Harli Buka Sosialisasi Pembentukan Koperasi Syariah di Banda Aceh: Dorong Pemerataan Ekonomi Masyarakat

Nasional

Pemerintah Aceh Raih Penghargaan Digital Government Award Summit 2024

Hukrim

Menhan Sjafrie: Kedaulatan Siber Fondasi Utama Pertahanan Bangsa di Era Modern

Daerah

Kata Mensos Soal Bantuan Jadup Rp 3,1 Miliar Pascabencana di Aceh Singkil

Aceh Barat

Pj Bupati Mahdi Resmikan Jembatan Sikundo

Nasional

Gubernur Aceh Terima Bantuan Logistik Rp9 Miliar dari Kemensos untuk Penanganan Banjir dan Longsor