Home / Pemerintah Aceh

Kamis, 20 November 2025 - 12:46 WIB

Kepala BPPA Buka Kongres KMPAN ke-VIII, Tekankan Silaturahmi dan Layanan Sosial untuk Perantau Aceh

mm Redaksi

Kepala BPPA Said Marzuki membuka Kongres KMPAN ke-VIII di Mes Aceh, Jakarta, menekankan pentingnya silaturahmi dan layanan sosial bagi perantau Aceh, Rabu (19/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Kepala BPPA Said Marzuki membuka Kongres KMPAN ke-VIII di Mes Aceh, Jakarta, menekankan pentingnya silaturahmi dan layanan sosial bagi perantau Aceh, Rabu (19/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Jakarta – Suasana hangat menyelimuti Aula Lantai 2 Mes Aceh di Jalan RP Soeroso, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu malam (19/11/2025).

Para pemuda dan mahasiswa Aceh dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti Kongres Komite Mahasiswa Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) ke-VIII, yang secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Said Marzuki mewakili Pemerintah Aceh.

Dalam sambutannya, Said menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur yang berhalangan karena tugas penting di daerah. Meski demikian, Said membawa pesan hangat dari Gubernur Aceh untuk seluruh peserta kongres.

“Beliau menyampaikan salam, memohon ma…
[01.57, 20/11/2025] ….: Kepala BPPA Buka Kongres KMPAN ke-VIII, Tekankan Silaturahmi dan Layanan Sosial untuk Perantau Aceh

Jakarta – Suasana hangat menyelimuti Aula Lantai 2 Mes Aceh di Jalan RP Soeroso, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu malam, 19 November 2025.

Para pemuda dan mahasiswa Aceh dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti Kongres Komite Mahasiswa Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) ke-VIII, yang secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Said Marzuki mewakili Pemerintah Aceh.

Baca Juga :  Istri Wagub Aceh Ajak Masyarakat Belanja Takjil Produk UMKM Lokal

Dalam sambutannya, Said menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur yang berhalangan karena tugas penting di daerah. Meski demikian, Said membawa pesan hangat dari Gubernur Aceh untuk seluruh peserta kongres.

“Beliau menyampaikan salam, memohon maaf tidak dapat hadir, dan berharap adik-adik sekalian dapat mengikuti kongres ini dengan baik,” ujar Kepala BPPA Said Marzuki.

Di hadapan para peserta, Said memberikan apresiasi atas terselenggaranya kongres yang disebutnya sebagai ruang penting memperkuat silaturahmi sesama pemuda Aceh.

Ia menilai kegiatan semacam ini bukan hanya seremonial, tetapi juga jembatan komunikasi yang menjaga kedekatan masyarakat Aceh meski berada jauh dari kampung halaman.

“Hubungan yang sudah terjalin harus terus dirawat. Komunikasi yang baik akan membuat kita tetap solid di manapun berada,” kata Said.

Baca Juga :  DPKA Gelar Storytelling untuk Tumbuhkan Minat Baca Anak Sekolah Dasar

Ia menegaskan, BPPA bukan sekadar kantor perwakilan Pemerintah Aceh, tetapi juga rumah bagi masyarakat Aceh di Perantauan. Pintu BPPA, katanya, selalu terbuka bagi siapapun yang membutuhkan bantuan atau sekadar ingin bersilaturahmi.

“Hal ini sesuai dengan instruksi bapak Gubernur Aceh yang meminta kita untuk selalu memperhatikan, membantu serta mendampingi masyarakat Aceh di perantauan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Said juga menjelaskan berbagai program sosial yang selama ini dijalankan BPPA. Salah satu yang paling sering dilakukan adalah pemulangan jenazah warga Aceh yang meninggal di perantauan. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 25 jenazah telah dipulangkan ke Aceh.

Tak hanya itu, BPPA juga membantu masyarakat Aceh yang mengalami kesulitan biaya untuk kembali ke kampung halaman, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jakarta. Dalam beberapa bulan terakhir saja, sekitar 60 orang telah difasilitasi kepulangannya.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Gelar Pawai Takbir Jalan Kaki Sambut Idul Fitri 1446 H

“Selama kegiatannya positif, kami di BPPA akan selalu berusaha membantu. Ini bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai perwakilan pemerintah Aceh dibawah pimpinan bapak Gubernur Muzakir Manaf, dan tentunya juga sebagai sesama orang Aceh,” tegas Said.

Said mengakui bahwa program-program sosial tersebut jarang dipublikasikan secara luas. Menurutnya, publikasi berlebihan dikhawatirkan dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga bantuan tidak tepat sasaran.

“Kami tidak ingin niat baik ini disalahgunakan. Karena itu, publikasi kegiatan pemulangan dan bantuan sosial akhir-akhir ini memang kami batasi,” katanya.

Menutup sambutannya, Said berharap kongres kali ini dapat melahirkan semangat baru bagi para pemuda Aceh untuk terus berkontribusi—baik bagi daerah asal maupun komunitas Aceh di perantauan. Ia menekankan bahwa kekuatan Aceh di masa depan banyak bertumpu pada kreativitas, komitmen, dan kebersamaan generasi mudanya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pemprov Aceh Siapkan Relawan ASN Tahap II, Fokus Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Pemerintah Aceh

Ketua TP PKK Aceh Apresiasi Peran Relawan Tangani Bencana di 18 Daerah

Nasional

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Tito Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tamiang

News

Gubernur Aceh Kukuhkan Marlina sebagai Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Ketua FORIKAN

News

Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Tegaskan Komitmen Bersih, Transparan, dan Pro-Rakyat 

Pemerintah Aceh

Bahas Ranqan RPJMA 2025-2029, Pemerintah Aceh Apresiasi DPRA

Pemerintah Aceh

‎Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami

Daerah

Sekda Aceh Instruksikan Penguatan Layanan Kesehatan Darurat di 9 Kabupaten Terdampak Banjir