Home / Pemko Banda Aceh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Keuchik se-Banda Aceh Deklarasikan Komitmen Wujudkan Kamtibmas Kondusif

mm Redaksi

Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah bersama unsur pemerintah, TNI, dan Polri menunjukkan dokumen deklarasi komitmen dalam mewujudkan kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Banda Aceh, di Balai Keurukon, Senin (28/9/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah bersama unsur pemerintah, TNI, dan Polri menunjukkan dokumen deklarasi komitmen dalam mewujudkan kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Banda Aceh, di Balai Keurukon, Senin (28/9/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Dari gampong, para keuchik memiliki peran penting dalam mendeteksi berbagai persoalan sejak dini sekaligus membangun komunikasi bersama masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, saat membuka Sosialisasi dan Deklarasi Komitmen Para Keuchik dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Aman, Tertib, dan Kondusif di Kota Banda Aceh, di Balai Keurukon, Senin, 28 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Afdhal mengajak seluruh keuchik, aparatur gampong, aparat keamanan, dan unsur terkait untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban di setiap wilayah gampong.

Menurutnya, persoalan kamtibmas tidak mungkin diselesaikan pemerintah secara sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama perangkat gampong yang memiliki kedekatan langsung dengan warga.

“Tidak mungkin kami mampu menyelesaikan permasalahan sendiri tanpa bantuan bapak dan ibu sekalian,” ujar Afdhal.

Baca Juga :  Semarak CFD Banda Aceh, 140 Peserta Ramaikan Kompetisi Sepatu Roda Wali Kota Cup

Ia menyampaikan, sebagai ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh memiliki posisi strategis dan menjadi salah satu daerah yang turut menjadi perhatian dalam melihat berbagai perkembangan di Aceh. Karena itu, kondisi kota yang aman, tertib, dan kondusif perlu dijaga melalui kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, aparatur gampong, dan masyarakat.

Afdhal juga menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima dari Polresta Banda Aceh, hingga Mei 2026 tercatat 38 kasus narkoba dengan 57 tersangka di wilayah Kota Banda Aceh.

Data tersebut, kata Afdhal, menjadi perhatian bersama, terlebih persoalan narkoba juga menyentuh kalangan generasi muda.

“Penting bagi kita mencari solusi bersama. Kita perlu memperkuat sinergi antara seluruh unsur yang ada di setiap gampong,” katanya.

Baca Juga :  Mantan Gubernur Aceh Abu Doto Wafat, Wali Kota Banda Aceh Sampaikan Duka Mendalam

Dalam upaya tersebut, Afdhal menilai keuchik memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial yang berkembang di lingkungan gampong masing-masing.

Karena itu, ia meminta para keuchik untuk tidak ragu menyampaikan dan melaporkan berbagai persoalan yang muncul di wilayahnya. Informasi dari tingkat gampong, menurutnya, akan membantu pemerintah melakukan langkah penanganan secara lebih cepat dan tepat.

Namun demikian, Afdhal menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan masyarakat harus tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan mengutamakan pembinaan.

“Pemerintah kota akan terus turun ke lapangan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Dari sana kita bisa melihat masalahnya bersama-sama dan mencari solusi yang terbaik,” ujarnya.

Afdhal berharap deklarasi komitmen tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, ia berharap deklarasi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Tahap III APEKSI untuk Korban Banjir Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Langsa

Ia kembali mengajak para keuchik dan seluruh perangkat gampong untuk terus mendukung pemerintah dalam menjalankan berbagai program dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Tanpa bantuan para keuchik dan seluruh perangkat gampong yang ada, kami tidak yakin berbagai permasalahan di Kota Banda Aceh dapat kami selesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Afdhal mengajak seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, aparatur gampong, dan masyarakat untuk menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama, sehingga Banda Aceh tetap menjadi kota yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabinda Aceh, Dandim 0101/Kota Banda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, serta para keuchik se-Kota Banda Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Dinas Perpustakaan Banda Aceh Umumkan Pemenang Lomba Video Literasi 2025, Dorong Kreativitas Generasi Muda

Pemko Banda Aceh

DPMPTSP Banda Aceh Siapkan Business Matching Kemitraan untuk Perkuat UMKM

Keagamaan

114 JCH Banda Aceh Kloter 12 Diberangkatkan ke Embarkasi Aceh, Suasana Haru Iringi Pelepasan

Pemko Banda Aceh

Wakil Wali Kota Banda Aceh Tinjau Gerakan Pangan Murah, 1.150 Paket Sembako Disubsidi

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Perkuat Peran Muhtasib Gampong Lewat Pelatihan Syariat Islam 2026

Advetorial

Manfaatkan Sampah dan Limbah Tunjang Ekonomi Warga Sekitar TPA

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Serahkan 3 Rumah Layak Huni untuk Korban Kebakaran di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Tingkatkan Perlindungan Sosial bagi Warga Kurang Mampu