Home / Aceh Barat / Kesehatan / Pemerintah

Rabu, 16 September 2026 - 22:22 WIB

Klinik Mitra Medika Meulaboh Resmi Beroperasi, Hadirkan Layanan UGD 24 Jam

mm Redaksi

Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, S.H., bersama Direktur Klinik Mitra Medika Meulaboh dr. Oktiva Yunerta dan tamu undangan saat menghadiri grand opening Klinik Mitra Medika di Desa Langung, Kecamatan Meureubo, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, S.H., bersama Direktur Klinik Mitra Medika Meulaboh dr. Oktiva Yunerta dan tamu undangan saat menghadiri grand opening Klinik Mitra Medika di Desa Langung, Kecamatan Meureubo, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, S.H., menghadiri grand opening sekaligus peluncuran Klinik Mitra Medika Meulaboh di Desa Langung, Kecamatan Meureubo, Senin (14/9/2026).

Said mengatakan, kesehatan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, baik melalui rumah sakit, puskesmas, maupun puskesmas pembantu (pustu).

“Jadi, dengan kehadiran klinik-klinik ini dapat membantu daerah dalam menangani persoalan-persoalan kesehatan yang ada saat ini,” kata Said.

Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan di tengah masyarakat sangat penting, terutama di Kecamatan Meureubo yang merupakan salah satu wilayah padat penduduk. Saat ini, kata Said, fasilitas klinik di wilayah tersebut masih terbatas sehingga kehadiran Klinik Mitra Medika diharapkan dapat menambah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Aceh Barat Gelar Rapat Paripurna bersama DPRK terkait Rancangan Qanun APBK-P Tahun 2022

“Semoga klinik-klinik yang ada di Aceh Barat tetap mengikuti SOP yang ada, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, mengikuti peraturan dari BPJS, serta memakai SDM lokal daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Klinik Mitra Medika Meulaboh, dr. Oktiva Yunerta, mengatakan klinik tersebut menyediakan berbagai layanan kesehatan, termasuk apotek dan pelayanan rawat jalan.

Layanan yang tersedia meliputi Poli Umum, Poli Gigi dan Mulut, Poli KIA dan KB, perawatan luka, fisioterapi, home visit, KIR kesehatan, persalinan, serta laboratorium.

“Untuk saat ini kita reopening di gedung yang baru. Fasilitasnya kita ada penambahan UGD 24 jam, kemudian rawat inap dan rawat jalan memang sebelumnya sudah ada, kemudian pelayanan USG dan pelayanan lainnya,” kata dr. Oktiva.

Baca Juga :  Aktif Dampingi Rekanan, Pemerintah Aceh Apresiasi Ketua FASI Bener Meriah

Ia menjelaskan, layanan rawat inap di Klinik Mitra Medika kini dapat menerima pasien peserta BPJS Kesehatan, pasien umum, maupun pasien dari perusahaan.

“Pasien BPJS itu tidak dipungut biaya apa pun, tapi kalau pasien umum itu dikenakan biaya sesuai dengan tarif yang tersedia,” jelasnya.

Dari sisi sumber daya manusia, Klinik Mitra Medika Meulaboh memiliki enam tenaga medis, delapan perawat, empat bidan, satu apoteker, tiga asisten apoteker, dan dua petugas administrasi.

Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Klinik Mitra Medika Meulaboh juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga, BUMN, dan perusahaan.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Hadiri Zikir dan Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor

Kerja sama tersebut mencakup layanan kesehatan, kebutuhan obat-obatan atau kefarmasian, serta penyediaan tenaga kesehatan bagi perusahaan yang membutuhkan.

“Klinik Mitra Medika Meulaboh kini juga membuka peluang kerja sama dengan semua pihak, baik itu lembaga, BUMN, maupun perusahaan untuk layanan kesehatan, kebutuhan obat (kefarmasian), dan atau untuk kebutuhan tenaga kesehatan di perusahaan yang membutuhkan,” ujar dr. Oktiva.

Ia berharap peluncuran klinik di gedung baru tersebut dapat memperluas jangkauan pelayanan dan membantu lebih banyak masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Terima Tanda Kehormatan Anugerah Bintang Mahaputera Adipradana

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Pimpin Upacara Apel Tahunan Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar FGD Rancangan Qanun Tentang Induk Pembangunan Pariwisata

Aceh Barat

WTP 8 Tahun Berturut-turut, Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan dari Kemenkeu

Nasional

Mendagri: Kebijakan Harus Disusun Berdasarkan Teori dan Data

Nasional

Kemlu RI dan UN Women Perkuat Pelindungan Perempuan Pekerja Migran melalui Inovasi Chatbot AI SARI

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Umumkan Hasil SKD dan SKB CPNS

Daerah

Masyarakat Lantik Segel Kantor Desa, Protes Tiga Tahun ADD Tak Transparan ‎