Home / Pemerintah Aceh

Senin, 14 September 2026 - 10:00 WIB

Milad ke-800 Samudera Pasai Ditutup, Aceh Utara Terima Bantuan Bencana Rp6,78 Miliar

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, saat menyerahkan bantuan Pemerintah Aceh untuk penanggulangan bencana dan buffer stock alat bantu bagi penyandang disabilitas kepada Kabupaten Aceh Utara yang diterima oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M, didampingi Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom, pada rangkaian penutupan acara Milad Samudera Pasai Aceh Utara ke 800, di Halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Minggu (13/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, saat menyerahkan bantuan Pemerintah Aceh untuk penanggulangan bencana dan buffer stock alat bantu bagi penyandang disabilitas kepada Kabupaten Aceh Utara yang diterima oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M, didampingi Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom, pada rangkaian penutupan acara Milad Samudera Pasai Aceh Utara ke 800, di Halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Minggu (13/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Aceh Utara — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E. (Dek Fadh), menghadiri penutupan rangkaian Peringatan Hari Milad ke-800 Samudera Pasai Aceh Utara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Minggu (13/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, atas nama Pemerintah Aceh, Dek Fadh menyerahkan bantuan buffer stock penanggulangan bencana tahun 2026 senilai Rp 6.787.464.091 kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Selain bantuan penanggulangan bencana, Pemerintah Aceh juga menyerahkan bantuan buffer stock alat bantu bagi penyandang disabilitas di Aceh Utara, berupa kursi roda, tongkat ketiak, tongkat empat kaki, serta alat bantu dengar.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah Wa), didampingi Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom. (Tarmizi Panyang).

Atas nama Pemerintah Aceh, Dek Fadh turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, panitia, para ulama, tokoh masyarakat, generasi muda, dunia usaha, komunitas, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan rangkaian Peringatan Hari Milad ke-800 Samudera Pasai Aceh Utara.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Serahkan SK Plt Sekda Aceh untuk Alhudri dan Lantik 47 Pejabat Fungsional

Menurut Dek Fadh, delapan abad bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat sejarah, perjuangan, kejayaan, tantangan, dan keteladanan yang diwariskan oleh para pendahulu. Aceh Utara memiliki keistimewaan sebagai bagian penting dari sejarah Samudera Pasai, salah satu pusat perdagangan dan peradaban Islam yang pernah memiliki pengaruh besar di Nusantara.

Karena itu, berakhirnya rangkaian peringatan Milad ke-800 tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya semangat Milad. Sebaliknya, momentum tersebut harus menjadi awal untuk bekerja lebih sungguh-sungguh dalam membangun Aceh Utara.

Dek Fadh mengatakan, tema “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat” hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan ekonomi harus berjalan bersama dengan penguatan nilai agama, pembangunan tetap berakar pada adat dan budaya, sementara kemajuan teknologi harus diiringi dengan akhlak.

Baca Juga :  Gubernur Mualem Hadiri Paripurna Pelantikan Anggota DPRA

Ia juga menegaskan bahwa setiap potensi daerah harus dikelola untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Semangat tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Menyinggung musibah banjir yang baru dilalui Aceh Utara, Dek Fadh menyebut bencana tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan ke depan harus semakin tangguh dan berkelanjutan.

“Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam proses pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana,” tegas Dek Fadh.

Dek Fadh mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Milad ke-800 sebagai titik tolak untuk menulis sejarah baru Aceh Utara. Sejarah baru tersebut, kata dia, harus diisi dengan kebangkitan, persatuan, kemajuan ekonomi, kelestarian adat dan budaya, penguatan syariat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Jubir Pemerintah Aceh: Pembagian Tugas Mualem dan Dek Fadh Berjalan Normal

“Mari kita jadikan Milad ke-800 ini sebagai titik tolak untuk menulis sejarah baru Aceh Utara: sejarah tentang kebangkitan, persatuan, kemajuan ekonomi, kelestarian adat dan budaya, penguatan syariat, serta kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.

Dek Fadh juga menyampaikan selamat atas suksesnya seluruh rangkaian Peringatan Hari Milad ke-800 Samudera Pasai Aceh Utara. Ia berharap momentum bersejarah tersebut menjadi energi baru dalam membangun Aceh Utara dan Aceh yang lebih maju, sejahtera, damai, dan bermartabat.

“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, keberkahan, dan petunjuk kepada kita semua dalam membangun Aceh Utara dan Aceh yang lebih maju, sejahtera, damai, dan bermartabat,” ujarnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Disdik Aceh Raih Predikat Informatif Tahun 2025 dari KIA

Pemerintah Aceh

ATENSI 2025 Ditutup, Aceh Kirim Duta Seni Terbaik ke Tingkat Nasional

News

Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV, Ini Pesan Gubernur Aceh 

Pemerintah Aceh

Temu Ramah Paskibraka Aceh 2026, Sekda M. Nasir Tekankan Disiplin dan Integritas

Advetorial

Koleksi 200 Ribu Judul, Pustaka Wilayah Aceh Masih Jadi Pilihan Utama

Parlementaria

Rapat Bersama SKPA, DPRA Minta Dana Transfer ke Daerah Segera Direalisasikan

News

Plt Sekda Aceh Gelar Rapat dengan BPKP Bahas Langkah Hibah RS Regional ke Pemkab Aceh Tengah 

Dinsos Aceh

Dinas Sosial Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir di Aceh Jaya