Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 6 November 2026 - 08:33 WIB

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

mm Redaksi

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh). Foto: Dok. Istimewa

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tragis yang terjadi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Peristiwa yang dipicu oleh pengibaran Bendera Bintang Bulan tersebut berujung pada jatuhnya korban jiwa. Seorang warga setempat dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026) sore setelah terkena tembakan dalam ketegangan yang terjadi di lokasi.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Mualem dan Wagub Dek Fadh menginginkan persoalan ini ditangani dengan baik. “Tentu penanganan secara hukum. Ada korban jiwa dari masyarakat sipil, ada korban yang terluka juga dari masyarakat sipil,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga :  Mualem Pimpin Rapat Forkopimda Aceh, Bahas Tambang Ilegal, Bencana, LGBT, dan Ilegal Logging

“Prinsip utamanya adalah tetap dalam koridor perdamaian, dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat.”

Nurlis menjelaskan, Gubernur Mualem sudah mengetahui hal ini. “Beliau menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam,” kata Nurlis. Begitu juga dengan Wagub Dek Fadh, yang mendapat kabar saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra di Banda Aceh.

“Saya sangat sedih dan prihatin saat mendengar kejadian ini. Atas nama keluarga dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa di Pidie,” kata Dek Fadh dalam keterangan di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga :  Gubernur Aceh Minta Pantauan Ketat Harga Sembako dan Distribusi BBM di Tengah Penanganan Bencana

“Kita tentu sangat berduka. Tidak ada keluarga yang ingin kehilangan orang yang dicintainya, terlebih dalam suasana yang seharusnya dipenuhi kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan,” lanjut Dek Fadh.

Karena itu, Dek Fadh mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi masyarakat. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

“Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ucap dia.

Baca Juga :  Plt Sekda: Halal bi Halal Momentum Memperkuat Silaturrahmi dan Membangun Jejaring  

Ia kembali menegaskan bahwa pentingnya menyelesaikan polemik terkait bendera ini secara bermartabat dan kepala dingin, tanpa harus mengorbankan nyawa warga sipil.

“Persoalan apa pun hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Kita harus menjaga Aceh agar tetap damai. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh,” kata Dek Fadh.[]

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Taufik Ditunjuk sebagai Plt Sekda Aceh, Dek Fadh Tekankan Integritas dan Komunikasi

News

Plt Sekda Aceh Terima Silaturahmi Masyarakat di Sekitar TNGL 

Pemerintah Aceh

BPBJ Setda Aceh Gelar Bimtek Penguatan UKPBJ Menuju Level 4

Nasional

Gubernur Aceh Bahas Investasi di Sektor Kesehatan dengan Investor Malaysia

Pemerintah Aceh

Mensos Saifullah Yusuf dan Wagub Aceh Tinjau Sekolah Rakyat di Aceh Besar, Dukung Pendidikan Gratis bagi Anak Miskin

News

Serahkan LKPD, Gubernur Aceh Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Dek Fadh Beri Semangat Kafilah Aceh di MTQ Nasional XXXI Semarang

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Setda Aceh Gelar Pencatatan Non-Tender di SPSE, Libatkan 245 Peserta dari Seluruh SKPA