Home / Parlementaria / Pemerintah Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:45 WIB

Mualem Paparkan Pertanggungjawaban APBA 2025 di DPRA, Aceh Kembali Raih Opini WTP

mm Redaksi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menerima dokumen rekapitulasi aspirasi masyarakat hasil Reses II Tahun 2026 yang diserahkan oleh pimpinan DPRA pada Rapat Paripurna di Banda Aceh, Rabu (22/7/2026) malam. Foto: Dok. DPRA

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menerima dokumen rekapitulasi aspirasi masyarakat hasil Reses II Tahun 2026 yang diserahkan oleh pimpinan DPRA pada Rapat Paripurna di Banda Aceh, Rabu (22/7/2026) malam. Foto: Dok. DPRA

Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) secara resmi menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Qanun Aceh (Raqan) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu (22/7/2026) malam.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRA Ali Basrah dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, anggota DPRA, serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Dalam pidatonya, Gubernur Muzakir Manaf menyampaikan realisasi pendapatan Pemerintah Aceh pada Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp10,70 triliun atau 100,08 persen dari target sebesar Rp10,69 triliun. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat Rp10,65 triliun atau 95,42 persen dari total anggaran Rp11,16 triliun.

Baca Juga :  Zulkarnain: Trafo RSUDTP Diduga Tak Pernah Dirawat

Menurut Gubernur, penyusunan Raqan Pertanggungjawaban APBA merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia juga menyampaikan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-11 yang diraih Pemerintah Aceh secara berturut-turut.

Baca Juga :  Fadhlullah Terima Silaturahmi Tim PPHD Aceh, Komit Tingkatkan Pelayanan Haji

Sementara itu, Ketua DPRA Ali Basrah menjelaskan bahwa penyampaian Raqan Pertanggungjawaban APBA merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Regulasi tersebut mewajibkan kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Selain agenda penyampaian Raqan Pertanggungjawaban APBA 2025, rapat paripurna juga mengumumkan reposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) berdasarkan usulan Fraksi PPP-PAS Aceh.

Baca Juga :  Subuh Berjamaah, Cara Pj Wali Kota Almuniza Ajak Warga Makmurkan Masjid

Dalam perubahan tersebut, H. Ihsanuddin MZ, S.E., M.M. ditetapkan menggantikan Tgk. H. Mawardi Basyah, S.Sos sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA periode 2024–2029.

Pada kesempatan yang sama, DPRA turut menyerahkan rekapitulasi aspirasi masyarakat hasil Reses II Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 21 Mei hingga 3 Juni 2026 kepada Pemerintah Aceh untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Selanjutnya, Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2025 akan dibahas bersama antara DPRA dan Pemerintah Aceh sebelum ditetapkan menjadi qanun.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Wagub Fadhlullah Ziarahi Makam Abu Kuta Krueng

Berita

Proyek Tol Sigli–Banda Aceh Tersendat, Warga Protes Akibat Kekacauan Data Ganti Rugi Tanam Tumbuh

Parlementaria

Ribuan KL CPO Aceh Mengalir ke Medan Setiap Hari, DPRA Soroti Hilangnya Nilai Tambah Daerah

News

April, Gubernur Muzakir Manaf Resmikan Pembangunan Pabrik Ban di Aceh Barat

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Temui Mensos RI, Usulkan Tambahan PBI JK untuk 331 Ribu Warga Aceh

Pemerintah Aceh

SAPA Desak Gubernur Aceh Audit Pengelolaan Aset Wakaf Masjid Raya Baiturrahman

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Apresiasi Relawan Rumah Zakat, Tekankan Peran Dukungan Psikologis Korban Bencana

News

Kepala DPMPTSP Aceh Pimpin Donor untuk Penuhi Kebutuhan Darah Aceh